Sebelum Punya Mobil Listrik, Belajar Dahulu Cara Merawat Baterainya!

Kompas.com - 24/08/2020, 08:02 WIB
Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV. KOMPAS.com/Agung KurniawanBagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah saat ini kembali mengencarkan soal kendaraan listrik di Indonesia. Meski dari segi populasi masih sangat sedikit, namun diharapkan dengan adanya ragam keringanan yang diberikan, bisa mendongkrak pertumbuhannya.

Bicara mobil listrik, selain dari faktor harga yang memang masih tinggi, ada hal lain yang juga ikut mempengaruhi pertumbuhannya, yakni soal anggapan perawatan baterai yang sulit seperti yang diusung Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Lantas apakah benar demikian ? Menjawab hal ini, Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) Boediarto mengatkan, konsumen tidak perlu khawatir mengenai baterai Outlander PHEV karena cukup mudah dilakukan.

Baca juga: Di Event IOOF 2020, Mitsubishi Bawa Sederet Program Penjualan Menarik

"Mitsubishi Outlander PHEV menggunakan baterai dengan tipe Li-ion, karena itu untuk merawat baterai secara maksimal sebisa mungkin hindari memarkir kendaraan di lokasi dengan temperatur tinggi (panas) dan terkena sinar matahari langsung," ujar Boediarto dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2020).

Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.Gilang Satria/Kompas.com Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.

Tak hanya itu, Boediarto juga mengingatkan bila dalam penggunaan sehari-hari, pemilik PHEV wajib menjaga kapasitas baterainya. Jangan dibiarkan kosong dan minimal dalam kondisi persentase sedang.

Begitu pula sebaliknya, pemilik kendaraan juga tidak disarankan menyimpan baterai dalam kondisi penuh untuk jangka waktu yang lama.

"Pengguna dapat memaksimalkan metode pengisian daya normal atau fasilitas home charging dengan arus listrik rendah, dan minimalisir penggunaan metode quick charging dengan arus tinggi kecuali diperlukan," ujar Bodierto.

Baca juga: Manfaat Fitur Tire Pressure Monitoring System untuk Ban Mobil

"Jika konsumen hanya dapat menggunakan metode quick charging, kami rekomendasikan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu," kata dia.

Mitsubishi Outlander PHEV saat dicoba di Bali (4-6 Februari 2020)Kompas.com - AFH Mitsubishi Outlander PHEV saat dicoba di Bali (4-6 Februari 2020)

Lebih lanjut Bodiearto juga ikut menjelaskan bila setiap pembelian Outlander PHEV, konsumen sudah mendapatkan jaminan berupa garansi baterai selama 3 tahun atau 100.000 km, merujuk pada ketentuan di service manual book.

Untuk mendukung kemudahan pengguna Mitsubishi Outlander PHEV dalam melakukan pengisian daya, saat ini MMKSI telah bekerja sama dengan diler resmi Mitsubishi Motors dan institusi di Indonesia menyediakan fasilitas pengisian daya cepat di 16 titik yang ada di wilayah Jabodetabek dan bali. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X