Amankan Mudik Idul Adha, Korlantas Polri Turunkan Sepertiga Personel

Kompas.com - 30/07/2020, 14:41 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020). ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Momentum hari raya Idul Adha yang berada di akhir pekan diprediksi akan meningkatkan arus kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur. Korps Lalu Lintas ( Korlantas) Polri bakal melakukan pengamanan di tiap-tiap wilayah.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, mengatakan, pihaknya akan fokus pada pengamanan di jalur tol dan jalur arteri.

Selain itu, pengamanan juga akan dilakukan di jalur wisata mengingat Idul Adha kali ini bertepatan dengan akhir pekan.

Baca juga: Toyota Pastikan Corolla Cross Meluncur Pekan Depan Secara Virtual

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

“Momentum ini bagian daripada pelayanan publik pada masyarakat. Kepada para pengguna jalan yang kemungkinan mau pulang kampung, mau jenguk keluarga, kami antisipasi,” ujar Istiono, seperti dilansir dari laman Humas Polri (30/7/2020).

“Karena ada space waktu, Sabtu-Minggu itu kosong mungkin diluangkan oleh keluarga tertentu yang ingin jenguk keluarganya di kampung,” katanya.

Istiono menambahkan, pengamanan arus mudik Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 berbeda dengan ketika pelaksanaan hari raya Idul Fitri sebelumnya.

Baca juga: Ini Jenis Pelat Nomor Kendaraan yang Jadi Incaran Polisi

Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.

“Kalau kemarin kami oeprasi khusus, kalau ini hanya kegiatan rutin yang ditingkatkan seperti long weekend saja,” ucap Istiono.

Walau demikian, kepolisian menurutnya akan tetap melakukan pengawasan terkait dengan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai virus corona.

“Personel kami gelar satu per tiga daripada personel Korlantas, kurang lebih 15.000 personel,” kata Istiono.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X