7 Langkah Aman Bertransportasi di Masa New Normal

Kompas.com - 05/07/2020, 18:22 WIB
Warga menggunakan masker saat menumpangi bus transjakarta di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan masker saat menumpangi bus transjakarta di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam upaya menekan penyebaran virus corona alias Covid-19 pada masa adaptasi kenormalan baru, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan khususnya ketika hendak bertransportasi.

Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan, setidaknya ada tujuh langkah yang patut diperhatikan supaya kegiatan di luar rumah tetap aman dan nyaman.

"Pertama, pastikan diri dalam kondisi yang sehat. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau nyeri tenggorokan bahkan sesak napas, tetaplah di rumah," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2020).

Baca juga: Ini Aturan Naik Bus Tingkat Werkudara di Solo Selama Pandemi

 

Penerapan protokol kesehatan dan pembatasan fisik di transportasi umumDok. Kemenparekraf Penerapan protokol kesehatan dan pembatasan fisik di transportasi umum

Kedua, penumpang transportasi umum disarankan menggunakan kendaraan umum yang berpenumpang tebatas. Jangan memaksakan diri untuk berdesak-desakkan seperti sebelum adanya pandemi.

Ketiga, masyarakat wajib menggunakan masker saat melakukan perjalanan dan selama berada di moda transportasi.

“Keempat, menjaga kebersihan tangan dengan sering cuci tangan atau minimal menggunakan hand sanitizer,” lanjutnya.

Langkah kelima, calon penumpang menghindari untuk menyentuh area wajah, seperti mata hidung dan mulut, terutama kalau tangan kotor. "Tak lupa juga untuk perhatikan jarak aman minimal satu meter dengan orang lain," ujar Reisa.

Baca juga: Kini Tes Covid-19 untuk Dapat SIKM Lebih Simpel

MRT Singapura di jalur ungu atau Utara-Selatan di Stasiun Clarke Quay terlihat kembali ramai dipenuhi penumpang, Jumat siang (19/06/2020). Hari Jumat ini adalah hari pertama Fase 2 Singapura menuju new normal hidup berdampingan dengan virus Covid-19. Fase 2 menandai pulihnya roda perekonomian dan kehidupan sehari-hari di Singapura.KOMPAS.com/ ERICSSEN MRT Singapura di jalur ungu atau Utara-Selatan di Stasiun Clarke Quay terlihat kembali ramai dipenuhi penumpang, Jumat siang (19/06/2020). Hari Jumat ini adalah hari pertama Fase 2 Singapura menuju new normal hidup berdampingan dengan virus Covid-19. Fase 2 menandai pulihnya roda perekonomian dan kehidupan sehari-hari di Singapura.

“Ketujuh, jika kondisi kendaraan umum padat, penerapan jaga jarak sulit diterapkan, penggunaan pelindung wajah atau face shield bersama masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan," jelasnya lagi.

Berdasarkan survei sosial demografi dampak Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, sebanyak 82,5 persen responden memilih opsi selain transportasi umum ketika berpergian di tengah pandemi.

Sementara, sisanya masih aktif menggunakan transportasi umum.

“Namun, dari survei yang sama, baru sebanyak 38,11 persen yang telah menjaga jarak atau social distancing setidaknya satu meter dari orang lain. Bahkan, sebagian masih mengaku tidak melakukan jaga jarak fisik. Inilah yang harus kita semua perbaiki,” tegasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X