Menhub Minta Ojek Online Patuhi Protokol Kesehatan

Kompas.com - 04/07/2020, 11:22 WIB
Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menjemput penumpang di Jl. Ir H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menjemput penumpang di Jl. Ir H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mengembalikan kepercayaan masyarakat, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengajak aplikator transportasi daring beserta mitra untuk mematuhi protokol kesehatan.

Langkah ini penting dilakukan menuju adaptasi kebiasaan baru yang berlaku baik bagi ojek online ( ojol) serta taksi online atau Angkutan Sewa Khusus (ASK).

Menurut Budi, di tengah pandemi Covid-19 yang masih mengancam hingga saat ini, masyarakat belum percaya diri untuk bertransportasi menggunakan ojol dan ASK. Karena itu, dibutuhkan ketaatan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat lagi.

Baca juga: Naik Ojol Selama PSBB Transisi, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

"Masyarakat masih belum confident, tapi untuk layanan antar barang dan makanan permintaannya cukup tinggi, yang bisa menjadi opportunity agar bisnis ini tetap eksis di masa pandemi ini," kata Budi dalam keterangan resmi Kemenhub, Jumat (3/7/2020).

Menurut Budi, aturan pengendalian transportasi yang dirancang pada masa pandemi bukan untuk mempersuli pengemudi, melainkan sebaliknya. Hal tersebut menjadi upaya pemerintah agar kegiatan tetap bisa berjalan dengan protokol kesehatan yang dipenuhi.

Baca juga: Jadi Penumpang Ojol Saat Pandemi, Jangan Sepelekan 2 Alat Ini

Karena itu, diharapkan baik aplikator bersama para mitra-mitranya untuk tetap memperhatikan dan mematuhi rambu yang ada agar bisa sama-sama saling menjaga serta menekan penyebaran Covid-19.

Tak lupa, Budi juga meminta pihak aplikator untuk mengoptimalkan kegiatan corporate social responsibility (CSR) untuk bisa berbagi dan membantu para mitranya.

driver ojol membawa penumpangistimewa driver ojol membawa penumpang

"Saat ini kesehatan sebagai panglima, karena kita harus mengutamakan kesehatan bagi penumpang maupun pengemudi dari penularan Covid-19. Pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, menjaga kebersihan kendaraan menjadi keharusan untuk dilakukan," ucap Budi.

"Kita semua berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Untuk itu, saat ini dibutuhkan kerjasama yang erat dan sama-sama mencari solusi yang terbaik agar transportasi ini bisa tetap eksis melayani masyarakat," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X