Mengapa Kendaraan di Area Tambang Identik dengan Kelir Putih?

Kompas.com - 03/07/2020, 19:32 WIB
Bus tronton tambang twitterBus tronton tambang

JAKARTA, KOMPAS.com – Area tambang merupakan tempat ditemukannya berbagai kendaraan, mulai dari yang besar seperti dump truck, bus karyawan, dan yang kecil seperti double cabin atau bus medium.

Jika diperhatikan, beberapa mobil yang beroperasi pada area tambang memiliki kelir yang sama, yaitu putih. Mulai dari double cabin ( dcab) sampai bus khusus karyawan memiliki warna yang sama.

Padahal warna putih lebih mudah kotor jika melihat kondisi jalan di area tambang yang dari tanah atau lumpur. Lalu mengapa putih dijadikan warna yang umum digunakan pada kendaraan tambang?

Baca juga: Alasan Kawasaki Akhirnya Merilis Ninja 250 4-Silinder Secara Virtual

Pikap kabin gandaDarmawan Saputra Pikap kabin ganda

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, putih merupakan warna yang paling mudah dideteksi oleh mata manusia.

“Warna yang paling mudah dilihat dari mana saja, baik dari atas maupun kejauhan, yaitu putih,” ucap Jusri kepada Kompas.com Jumat (3/7/2020).

Bila diletakkan di titik terjauh, warna putih paling mudah terlihat, setelah itu baru warna kuning. Namun kuning jika digunakan di area tambang, akan sulit terlihat karena menyatu dengan asap dan debu.

Baca juga: Deretan Mobil Bekas MPV Captain Seat Harga di Bawah Rp 100 Juta

Untuk semakin memudahkan identifikasi kendaraan kecil di area tambang, warna putih saja masih tidak cukup. Dcab yang biasa jadi kendaraan operasional tambang perlu menambah aksesoris tambahan lainnya.

“Biasanya dipasang lampu batas ketinggian, lampu mundur, lampu rotary atau rotator, tiang bendera, spot lamp atau lampu sorot dan lampu kabut,” ucap Managing Director Karoseri Delima Jaya, Winston Wiyanta kepada Kompas.com.

manhaulerdelima jaya manhauler

Tiang bendera yang dipasang di dcab berfungsi untuk memudahkan kendaraan ukuran besar mengidentifikasi lokasi mobil kecil yang berada di sekitarnya. Selain itu ditambah juga indikator lampu belakang dengan posisi yang lebih tinggi.

“Sekelas heavy duty truck rata-rata tingginya di atas 3 meter. Jadi lampu-lampu diposisikan lebih atas agar mudah teridentifikasi atau terlihat oleh kendaraan yang lebih besar,” kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X