Kompas.com - 22/06/2020, 10:02 WIB
Samar Almogren terlihat di kaca spion mobilnya saat berkendara melalui jalanan Kota Riyadh, Minggu (24/6/2018). Momen bersejarah tercipta setelah otoritas Saudi pada 24 Juni waktu setempat resmi mencabut larangan bagi perempuan untuk mengemudi sebagai bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi. AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINESamar Almogren terlihat di kaca spion mobilnya saat berkendara melalui jalanan Kota Riyadh, Minggu (24/6/2018). Momen bersejarah tercipta setelah otoritas Saudi pada 24 Juni waktu setempat resmi mencabut larangan bagi perempuan untuk mengemudi sebagai bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini pabrikan mobil sudah menyematkan model spion yang beragam, salah satunya, retractable atau yang bisa dilipat secara elektrik. Pelipatan bisa melalui tombol atau ketika pintu dikuci via remote alarm mobil.

Untuk mobil keluaran terbaru, kebanyakan sudah menggunakan spion retractable. Selain itu, pengatur sudut pandang juga sudah elektrik, jadi tinggal pencet tombol sesuai kenyamanan mata pengemudi, tidak perlu diatur pakai tangan.

Meski begitu, tidak sedikit pengemudi mobil yang memperlakukan spion retractable layaknya manual, paling sering saat menutup atau membukanya.

Baca juga: Baru Bekerja dan Ingin Beli Mobil, Simak Tips Keuangan Ini

Padahal, cara tersebut bisa saja merusak spion. Mengingat, spion retractable dioperasikan menggunakan mekanisme elektronik.

Dealer Techncial Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, mengatakan, jika spion mobil yang sudah retractable sebaiknya jangan menutup atau membuka secara manual.

Kaca spion mobil berjamurSetyo Adi/Otomania Kaca spion mobil berjamur

“Hal tersebut bisa merusak komponen atau mekanisme pengunci. Jika spion rusak, maka harus dilakukan penggantian komponen. Seperti penggantian assy beserta dengan motor dan rumah spionnya,” ujar Didi kepada Kompas.com.

Kalau sudah rusak, maka satu-satunya cara yang harus dilakukan adalah melakukan penggantian. Sedangkan, untuk kisaran harganya bisa sekitar Rp 1 juta lebih.

Didi melanjutkan, saat ini beberapa spion mobil memang sudah memiliki pengaman, tetapi ada juga yang tidak.

Baca juga: Jangan Asal Pasang Windshield di Sepeda Motor

“Ada spion yang jika terkena benturan, gir mekanismenya patah. Namun, ada juga yang bisa menekuk saat terkena benturan atau ditekuk manual,” katanya.

Oleh sebab itu, Didi menyarankan agar setiap parkir terutama di jalan yang sempit pengemudi mobil tidak lupa untuk menutup spion retractable. Cara ini dilakukan sebagai antisipasi jika ada kendaraan yang melintas bisa menyenggol spion dan menyebabkan kerusakan.

“Selain itu juga untuk menghindari spion ditekut secara manual oleh pengendara lain atau petugas parkir,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.