Meningkat 22 Persen, Suzuki Ertiga Paling Banyak Diekspor Saat Pandemi

Kompas.com - 19/06/2020, 18:03 WIB
Suzuki Ertiga 2020 dapat sentuhan baru Suzuki Ertiga 2020 dapat sentuhan baru
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona telah berdampak pada penurunan pasar otomotif. Tak terkecuali permintaan ekspor mobil ke luar negeri.

Di tengah penurunan pasar otomotif yang terjadi di dalam dan luar negeri, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) berhasil membukukan pertumbuhan positif melalui ekspor Completely Built Up (CBU).

Selama Januari hingga Mei 2020, pertumbuhan ekspor mobil CBU Suzuki meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Toyota Banting Harga Mobil Bekas Hingga 50 Persen, Avanza Cuma Rp 60 Juta

Pengujian Suzuki Carry pikap di jalur Merapi Kaliurang YogyakartaKompasOtomotif - AFH Pengujian Suzuki Carry pikap di jalur Merapi Kaliurang Yogyakarta

Hal ini membuat ekspor Suzuki secara keseluruhan tumbuh di saat neraca ekspor industri otomotif turun.

Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control PT SIM mengatakan, di tengah penurunan pasar karena pandemi Covid-19, raihan tersebut merupakan pencapaian positif perusahaan.

“All New Ertiga dan New Carry masih menjadi lini produk yang memberikan kontribusi tertinggi, disusul XL7 yang mendorong ekspor Suzuki tumbuh secara positif,” ujar Aris, dalam keterangan tertulis (19/6/2020).

Baca juga: Lebih Murah dari Rocky, Ini Daftar Harga Toyota Raize

Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.M Lulut Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.

Selama periode Januari sampai Mei 2020, All New Ertiga yang menjadi kontributor terbesar dalam ekspor CBU, yaitu sebanyak 7.880 unit.

Peningkatan ekspor juga didukung oleh kontribusi kendaraan niaga New Carry sebanyak 3.339 unit.

Tak hanya itu, XL7 yang diluncurkan sebagai lini produk baru pada Februari lalu turut mendorong ekspor Suzuki dengan kontribusi sebanyak 2.169 unit.

Baca juga: Honda Jazz untuk Indonesia Bakal Lebih Sporty dari China

Suzuki XL7KOMPAS.com/Ruly Suzuki XL7

Aris mengatakan, peningkatan ekspor telah memupuk kembali optimisme perusahaan untuk kembali beroperasi setelah berhenti karena pandemi.

“Saat ini pasar internasional dalam masa pemulihan, dan untuk memenuhi permintaan ekspor, secara bertahap kami kembali berproduksi dengan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan protokol kesehatan dari Pemerintah,” katanya.

“Kami harap industri otomotif dan lainnya cepat pulih dan bangkit bersama agar bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia,” ucap Aris.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X