Sering Disepelekan, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Motor Cepat Rusak

Kompas.com - 18/06/2020, 19:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor saat ini memang kerap menjadi pilihan terbaik para pengguna kendaraan untuk menembus kemacetan. Tentunya, menjadi hal yang penting untuk merawat motor secara berkala demi menjaga perfomanya.

Meski demikian, ada beberapa kebiasaan sepele yang bisa membuat motor cepat rusak jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere, Ribut Wahyudi, mengatakan, setidaknya ada empat kebiasaan buruk pemotor yang bisa membuat kendaraannya cepat rusak.

Baca juga: Mau Hemat Urus Mobil, Jaga Rem Mobil Saja Dulu

1. Telat ganti oli

Melakukan servis berkala termasuk ganti oli yang sudah menurun kualitasnya, sudah menjadi kewajiban para pemilik kendaraan. Sesuai anjuran pabrikan, ganti oli dilakukan setiap kelipatan 3.000 km atau 4.000 km.

Ganti Oli MotorFoto: Rideapart Ganti Oli Motor

“Bila telat atau bahkan abai, bagian dalam mesin bisa cepat overheat, kinerja mesin menjadi tidak optimal, dan bisa berpengaruh juga kepada konsumsi bahan bakar, karena gesekan antar komponen semakin besar,” ujar Ribut kepada Kompas.com, Rabu (16/6/2020)

2. Mematikan mesin motor saat kondisi putaran mesin tinggi

Hal ini secara tidak sadar sering dilakukan pemilik motor, yaitu mematikan mesin ketika sepeda motor dalam kondisi putaran mesin tinggi. Mematikan langsung membuat mesin tak mendapat suplai oli yang maksimal.

“Saat mesin dimatikan secara mendadak, pergerakan kruk as juga akan berhenti dan sangat riskan untuk proses suplai oli. Biasanya pakai side stand atau saklar cut engine off,” kata Ribut.

3. Menggunakan bensin eceran

Kios pengecer bahan bakar minyak (BBM) Pertamini.Febri Ardani/KompasOtomotif Kios pengecer bahan bakar minyak (BBM) Pertamini.

Tidak sedikit pemotor yang membeli bensin eceran dengan alasan darurat atau lebih murah dan cepat. Padahal banyak hal negatif yang bisa berdampak pada sepeda motor.

Baca juga: Mau Hemat Urus Mobil, Jaga Rem Mobil Saja Dulu

“Pengemudi tidak pernah tahu kandungan apa yang terdapat pada bensin tersebut, apakah dicampur atau tidak. Terparahanya, mesin motor bisa rusak dan menimbulkan korosi,” lanjut Ribut.

4. Menggunakan sparepart palsu
Salah satu alasan pemilik kendaraan menggunakan komponen palsu atau KW adalah karena perbandingan harga yang cukup besar. Selain durabilitasnya tidak sebagus produk original, sparepart palsu ternyata bisa berdampak negatif pada sepeda motor.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.