Mengenal Istilah Oversteer dan Understeer pada Sepeda Motor

Kompas.com - 15/06/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi berkendara saat hujan kadintiyatrosu.orgIlustrasi berkendara saat hujan

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat musim hujan atau melewati permukaan jalan yang basah membuat potensi kendaraan menjadi tergelincir lebih besar. Keadaan tersebut juga biasa disebut dengan istilah oversteer dan understeer.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, oversteer dan understeer, penyebab utamanya bukan karena salah ban, gundul atau lainnya, juga bukan karena lintasan yang licin.

Oversteer dan understeer adalah sebuah fenomena selip. Selip itu adalah keadaan di mana salah satu atau dua roda berkurang cengkraman atau traksinya,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Impresi Suzuki Ignis Facelift 2020, Apa Saja yang Berbeda?

Jusri melanjutkan, oversteer adalah selip yang terjadi di roda belakang, bisa terjadi karena pengereman mendadak lalu roda mengunci, bisa juga terjadi karena akselerasi yang terlalu tinggi, atau deselerasi yang tinggi pada kondisi tersebut.

Ilustrasi Berkendara Sepeda Motor di Musim HujanShutterstock Ilustrasi Berkendara Sepeda Motor di Musim Hujan

“Burnout juga termasuk ke dalam oversteer. Ciri-ciri oversteer adalah roda belakang yang selip, jadi roda belakang cenderung lari ke depan, mau menyusul roda depan,” kata Jusri.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, menambahkan, understeer adalah kondisi selip yang selalu terjadi pada roda depan.

Baca juga: Sembarangan Atasi Diesel Runaway, Bisa bikin Mobil Terbakar

“Bisa karena kecepatan yang terlalu tinggi tetapi pengendara kurang miring (biasanya terjadi di tikungan),” ujar Agus kepada Kompas.com, Senin (15/6/2020).

Agus menjelaskan, misal jalan basah tetapi ban yang digunakan bagus, maka aman-aman saja tidak akan terjadi overstreem atau understreem. Begitu pun sebaliknya, jika ban gundul tapi jalan aspal yang dilewatinya bagus maka tidak masalah.

“Jadi, kembali ke faktor pengemudi. Jika si pengendara cukup mahir maka dia akan menyesuaikan trek yang dilalui, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan yang terjadi,” katanya.

Baik oversteer maupun understeer, tentu akan sangat berbahaya jika terjadi saat kendaraan menikung. Korban bisa terjatuh dan terseret, dan akan lebih bahaya lagi jika ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X