Demi Keselamatan, Hari Bebas Kendaraan Harus Diaktifkan Lagi

Kompas.com - 15/06/2020, 12:02 WIB
para pengendara motor memasuki jalur sepeda di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONpara pengendara motor memasuki jalur sepeda di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019)
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali mengaktifkan Car Free Day (CFD) setiap Minggu.

Salah satu pertimbangannya, yaitu untuk menghindari terjadinya potensi kecelakaan lantaran tidak sedikit pengguna sepeda yang nekat masuk jalur cepat, dan bercampur dengan kendaraan bermotor.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, saat ini jumlah pesepeda sangat banyak, terlebih saat akhir pekan terjadi peningkatan yang sangat signifikan.

“Kondisi ini membuat jalur sepeda yang sudah ada tidak mampu menampung pesepeda, akhirnya pesepeda masuk ke jalur kendaraan bermotor atau menggunakan dua lajur,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Baca juga: Sambut New Normal, Seluruh Ojol Bakal Pakai Sekat Partisi

Dengan kondisi tersebut, Sambodo menilai cukup berbahaya jika sampai kendaraan tanpa mesin itu bercampur di jalur cepat.

Tampak sejumlah pesepeda motor melawan arus di jalur sepeda Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Tampak sejumlah pesepeda motor melawan arus di jalur sepeda Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan tidak mungkin, potensi kecelakaan bisa terjadi lantaran peningkatan lalu lintas di jalan sekitarnya.

“Saya justru mengimbau kepada Pemprov DKI, mungkin sudah mulai bisa evaluasi Minggu depan disarankan CFD sudah bisa dilaksanakan kembali,” katanya.

Tentunya, tambah Sambodo, dengan memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Mulai dari menjaga kebersihan, menjaga jarak atau physical distancing. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona di wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Perpanjangan SIM Bagi Pasien Positif Corona, Begini Caranya

“Dengan tetap memperhatikan social distancing, physical distancing kalau tidak bisa berbahaya,” tuturnya.

Menurutnya, dengan adanya CFD maka tidak akan terjadi mix traffic antara kendaraan bermotor dengan sepeda.

Pengendara motor di Jalan Tomang Raya yang masuk jalur sepeda KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Pengendara motor di Jalan Tomang Raya yang masuk jalur sepeda

Kondisi ini tentunya bisa semakin memberikan wadah bagi para pesepeda di tengah jumlah jalur sepeda yang terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah pesepeda yang meningkat cukup banyak.

Baca juga: Penerapan Ganjil Genap Motor Mobil di DKI Jakarta, Masih Tunggu Anies

“Kalau di hari Minggu itu sangat banyak, seperti hari ini tadi jumlahnya hingga tidak bisa tertampung di jalur sepeda,” ucap Samodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.