IMI Tawarkan Honda Dream Cup Digelar di Sentul

Kompas.com - 09/06/2020, 20:12 WIB
Keseruan kelas balap Honda Matic standar sampai dengan 130 cc wanita pada Honda Dream Cup 2019 di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (24/11/2019). KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKeseruan kelas balap Honda Matic standar sampai dengan 130 cc wanita pada Honda Dream Cup 2019 di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (24/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda Dream Cup (HDC) yang menjadi ajang balap sekaligus pembibitan pebalap muda, belum bisa terlaksana akibat adanya pandemi Covid-19 atau virus corona.

Meski demikian, PT Astra Honda Motor (AHM) menyebutkan bahwa pihaknya masih mengadakan diskusi terkait penyelenggaraan HDC. Ikatan Motor Indonesia (IMI) menawarkan solusi agar ajang balap satu merek tersebut dapat tetap berjalan.

Baca juga: Balap OMR Yamaha dan Honda Bisa Digelar, tetapi dengan Syarat

"Kalau ingin menggelar balapan di Sentul akan kita izinkan. Tapi, dengan catatan, balapan tanpa penonton. Jika mengajukan balapan di luar Sentul, sampai saat ini saya belum mengizinkan," ujar Medya Saputra, Waktum Bidang Olahraga Sepeda Motor PP IMI.

Honda Dream Cup 2018 seri pertama dibukadok DAM Honda Dream Cup 2018 seri pertama dibuka

Sirkuit Sentul, Bogor, dipilih karena merupakan sirkuit yang tertutup. Artinya, akses masuk ke dalam sirkuit dapat dikontrol. Sehingga, pembatasan jumlah orang di dalam sirkuit bisa dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rizky Christianto, Manager Motorsports PT Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, kalau sudah ada contoh balapan di tengah pandemi ini seperti apa, mungkin akan lebih mudah bagi Honda untuk memutuskan.

Baca juga: Balap Motor Nasional Terapkan Protokol Kesehatan seperti MotoGP

"Tinggal nanti kita lihat bisa atau tidak mengaplikasikan itu di acara-acara yang kita punya," kata Rizky. Namun, penyelenggaraan balap hanya di Sentul, menurut Rizky, perlu mempertimbangkan banyak hal.

"HDC itu sebenarnya mendatangkan daerah-daerah yang ada antusias balapnya tinggi. Masa mau dibikin di Sentul? Masuk atau tidak, dilihat dari berbagai sudut pandang. Banyak faktor yang harus kita pertimbangkan," ujar Rizky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.