Tunggu Jadwal dari IMI, Nasib Honda Dream Cup Masih Didiskusikan

Kompas.com - 09/06/2020, 20:01 WIB
AHM kembali selenggarakan Honda Dream Cup (HDC) 2017. IstimewaAHM kembali selenggarakan Honda Dream Cup (HDC) 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu ajang balap nasional yang banyak dinantikan adalah ajang balap satu merek atau One Make Race (OMR), yakni Honda Dream Cup (HDC). Namun, adanya pandemi Covid-19 atau virus corona membuat agenda balap tersebut belum bisa diselenggarakan.

Ajang balap motor Honda yang digelar selama satu musim dengan beberapa seri di beberapa regional ini bukan sekadar ajang balap biasa. Tapi juga menjadi ajang pembibitan dan pencarian bakat pebalap muda di Indonesia.

Baca juga: Balap OMR Yamaha dan Honda Bisa Digelar, tetapi dengan Syarat

Rizky Christianto, Manager Motorsports PT Astra Honda Motor ( AHM), mengatakan, pihaknya masih menunggu jadwal dari Ikatan Motor Indonesia (IMI). Sebab, masih terkait dengan regulasi pemerintah.

Para pembalap seri terakhir HDC 2018 saat menjalani Qualifying Time Trial (QTT)  di lintasan halaman Stadion Maguwoharjo SlemanKOMPAS.com / Wijaya Kusuma Para pembalap seri terakhir HDC 2018 saat menjalani Qualifying Time Trial (QTT) di lintasan halaman Stadion Maguwoharjo Sleman

"Sampai saat ini, memang belum ada jadwal resmi untuk Motoprix dan sebagainya. Indonesia Motorsport Series (IMS) dan One Prix juga masih belum tahu," ujar Rizky, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Rizky menambahkan, untuk Honda Dream Cup (HDC) sendiri sampai saat ini masih dalam tahap diskusi di internal dengan manajemen. Dalam rapat tersebut membahas apakah HDC tahun ini akan tetap jalan atau tidak.

Baca juga: Balap Motor Nasional Terapkan Protokol Kesehatan seperti MotoGP

Meskipun, Indonesia sedang memasuki masa transisi menuju normal baru, tapi pandemi virus corona belum selesai. Untuk itu, aktivitas yang dapat menyebabkan berkumpulnya orang dalam jumlah banyak dinilai tidak tepat sekarang ini.

"Sebab, imbauannya sampai akhir tahun itu pengumpulan massa dalam jumlah besar dilarang. Sedangkan, kita tahu ada unsur-unsur terkait dari sisi promosi yang melibatkan banyak penonton. Hal itu yang sampai saat ini masih kita analisa," kata Rizky.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X