Rawan Jadi Korban Penipuan, Wanita Harus Pahami Ini saat Beli Mobil

Kompas.com - 07/05/2020, 08:22 WIB
Ilustrasi jual beli mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi jual beli mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia otomotif memang tidak begitu akrab untuk kaum wanita. Namun, di era globalisasi dengan mobilitas yang tinggi seperti ini sudah banyak kaum hawa yang menggunakan roda empat untuk menemani kegiatannya sehari-hari.

Tidak hanya sekedar mengemudi, saat ini sudah banyak wanita yang memilih, membeli, sampai membawa kendaraannya sendiri ke bengkel untuk servis rutin. Agar tidak menjadi target penipuan, ada beberapa tips yang bisa dipahami wanita saat ingin membeli mobil.

Custumer Satisfaction Development and Marketing Communication Head Auto2000, Cahaya Fitri Tantriani, mengatakan, wanita Indonesia itu smart, jadi ketika membeli kendaraan pasti sudah memiliki tujuan.

Baca juga: Deteksi Kesehatan Mesin dari Warna Asap Knalpot

“Harus memiliki dasar dalam memilih kendaraan yang akan menemaninya sehari-hari,” ujar Tantri kepada Kompas.com

Biasanya seseorang yang ingin membeli mobil pasti akan mencari informasi dahulu dari berbagai sumber baik secara online maupun offline. Tantri mengingatkan, untuk mencari sumber informasi yang terpercaya.

Buku BPKB dan STNKKOMPAS.com/SRI LESTARI Buku BPKB dan STNK

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk mendapatkan informasi yang valid tentang produk dan harga bisa melalui website resmi, sosial media, atau datang langsung ke diler resmi,” katanya.

Jangan sampai mudah tergiur atas informasi adanya diskon besar, apalagi jika pembelian dilakukan secara online. Banyak kasus setelah melakukan transaksi mobilnya tidak dikirim-kirim, atau (Surat Tanda Nomer Kendaraan) STNK dan (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) BPKB-nya tidak diberikan.

Baca juga: Trik Mudah Hindari Modus Pencurian Pecah Kaca Mobil

Tantri mengingatkan kembali, bahwa dalam setiap pembelian harus mengikuti prosedur yang ada, hati-hati ketika melakukan transaksi.

“Bila berhubungan dengan perorangan atau salesman, maka selalu lakukan double cross check ke perusahaan atau bukti surat dokumen yang diterima,” ujarnya.

Terakhir, jangan lupa untuk mengecek kondisi kendaraan, terutama bagi yang membeli mobil bekas. Jika perlu, bawa mekanik yang sudah dipercaya untuk berjaga-jaga, dan sebisa mungkin lakukan test drive mobil yang akan dibeli.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X