Hindari Kebiasaan Buruk Pengemudi Mobil Manual

Kompas.com - 07/05/2020, 07:42 WIB
Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual. Youtube/MaxresdefaultPosisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit pengemudi mobil manual yang masih memiliki kebiasaan buruk. Bisanya aktivitas ini dilakukan tanpa sadar, yakni menaruh atau meletakan kaki kiri di atas pedal kopling ketika mobil berjalan.

Padahal, kebiasaan tersebut sangat tidak disarankan, karena bisa mempercepat kerusakan pada komponen mobil terutama pada bagian kopling. Meski ditekan dengan kekuatan ringan, hal tersebut akan berimbas pada tenaga yang diliris oleh kopling.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna, menjelaskan, saat kaki kiri diletakkan pada pedal kopling, bisa membuat kopling merilis sekitar 20 persen.

“Biasanya ini dilakukan oleh pengemudi pemula atau para ibu-ibu, jadi meskipun hanya diletakkan kopling tetap merilis 20 persen. Kalau 100 persen sekalian malah tidak apa-apa karena tidak berjalan sekalian,” ujar Suparna saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Deteksi Kesehatan Mesin dari Warna Asap Knalpot

Suparna melanjutkan, kondisi ini jika terus dilakukan akan membuat kopling cepat aus. Hal ini karena kopling menjadi slip saat mesin bergerak plat kopling dan flywheel, cover kopling menyatu.

Transmisi manual Wuling Confero. Istimewa Transmisi manual Wuling Confero.

“Kondisi tersebut membuat kopling menjadi tergerus, tergesek, setiap kali mobil terpakai. Seharusnya kopling baru akan tergerus saat terjadi perpindahan gigi,” kata Suparna.

Selain meletakkan kaki kiri pada pedal kopling secara terus menerus, penyebab lain pendeknya usia kopling adalah keseringan memindahkan transmisi.

Baca juga: Trik Mudah Hindari Modus Pencurian Pecah Kaca Mobil

“Untuk menjaga usia kopling lebih awet, sebaiknya tidak terlalu sering berganti gigi. Usia rata-rata kopling mencapai 80.000 kilometer, tetapi karena perilaku tersebut bisa jadi sebelum masa itu kopling sudah harus di ganti,” ujar Suparna.

Suparna menambahkan, dalam kondisi tertentu seperti saat kendaraan berada ditanjakan, tidak apa-apa menggunakan setengaj kopling. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi mobil agar tidak melorot.

“Hanya insidentil saja, jika tidak diperlukan lebih baik menggunakan rem tangan atau parking brake untuk memperpanjang usia kopling,” katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X