Pemerintah Siapkan Insentif Baru bagi Pengusaha Angkutan

Kompas.com - 27/04/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi virus corona atau Covid-19 telah mempengaruhi beragam sektor industri, termasuk perusahaan otobus (PO) atau pengusaha angkutan. Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan insentif baru berupa skema relaksasi yang lebih menyasar para pengusaha transportasi.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuat aturan pemberian restrukturisasi pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak Covid-19.

Namun, aturan tersebut diklaim belum dirasakan manfaatnya bagi para pengusaha angkutan umum di berbagai daerah.

Baca juga: Viral Penumpang di Dalam Bagasi Bus, Ini Bahayanya Berada di Bagasi

bus akapKompas.com/Fathan Radityasani bus akap

Dalam diskusi daring ‘Menyelamatkan Layanan Transportasi Umum dari Dampak Covid-19’ yang digelar Institut Studi Transportasi (Instran), Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan bantuan bagi pelaku usaha transportasi.

“Minggu depan akan terbit aturan menteri yang baru, 18 sektor itu akan diberikan insentif berupa Pasal 21 ditanggung pemerintah, Pasal 22 dan Pasal 25. Sektor transportasi masuk di sini, dan ini akan menjangkau sektor paling terdampak,” ujar Yustinus, dalam konferensi video (26/4/2020).

Yustinus juga mengatakan, perusahaan yang berbentuk badan usaha dapat mengajukan pajak lebih rendah mulai April ini, dengan tarif baru 22 persen.

Baca juga: Imbas Corona, Ini Deretan Mobil Baru yang Gagal Meluncur di GIIAS 2020

bus akap sumaterakaskus bus akap sumatera

Ditambah jika dalam tiga bulan pertama proyeksi bisnisnya turun, bisa memengajukan pengurangan angsuran lebih besar lagi, dengan melampirkan proyeksi sampai setahun ke depan.

Yustinus menambahkan, pemerintah saat ini sedang fokus mengerjakan bantuan untuk pembiayaan dengan dua skema.

Pertama relaksasi kredit bagi para debitur menengah dan besar, kedua membantu industri transportasi bertahan lebih lama di tengah pandemi.

Baca juga: Tak Hanya Zona Merah dan PSBB, Larangan Mudik Berlaku se-Indonesia

agen bus akapadiechipoy agen bus akap

“Pemerintah bakal siapkan cost sharing dan resharing dengan bank, terutama debitur yang lancar pelunasannya. Bukan apa-apa, kami menghindari debitur yang tidak kooperatif saat ini,” ucap Yustinus.

“Harus diakui hanya perbankan dan jasa keuangan yang punya data itu, diharapkan mereka yang kredit di atas Rp 10 miliar sampai Rp 100 miliar bisa dihubungi. Kami pastikan baik segmen kecil, menengah maupun besar, tetap mendapat bantuan agar bisa survive,” katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X