Demi Daya Tarik MotoGP, Dorna Diminta Bujuk Rossi Tunda Pensiun

Kompas.com - 17/04/2020, 16:43 WIB
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menjajal Sirkuit Sepang dengan motor M1 spek 2020 pada hari kedua sesi tes pramusim, 8 Februari 2020. AFP/MOHD RASFANPebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menjajal Sirkuit Sepang dengan motor M1 spek 2020 pada hari kedua sesi tes pramusim, 8 Februari 2020.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhelatan ajang balap MotoGP diprediksi bakal banyak mengalami perubahan usai pandemi virus corona alias Covid-19.

Menurut pengamat MotoGP Carlo Pernat, ajang tangguh kecepatan bergengsi tersebut akan mengalami gejolak sehingga membuat tim-tim besar hingga Moto2 dan Moto3 terkena krisis finansial.

Kemudian, secara perlahan nilai kontrak dan gaji kru juga akan berpengaruh. Belum lagi, jumlah penonton diprediksi mengalami penurunan drastis hingga dua tahun ke depan karena ketakutan pandemi terulang kembali.

Baca juga: Progres Pembangunan Sirkuit Mandalika di Tengah Pandemi

Max Biaggi dan Valentino Rossi saat menghadiri sesi konferensi pers menjelang balapan MotoGP di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, 15 September 2005.AFP/TOSHIFUMI KITAMURA Max Biaggi dan Valentino Rossi saat menghadiri sesi konferensi pers menjelang balapan MotoGP di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, 15 September 2005.

Oleh karenanya, Pernat menyarankan supaya Dorna Sport menolak atau menunda keputusan pensiun Valentino Rossi. Pasalnya, The Doctor 46 bisa menjadi sosok penyelamat dari krisis tersebut.

"Rossi akan balapan di MotoGP 2021, itu pasti dan sangat penting bagi MotoGP untuk melakukannya. Rossi adalah satu-satunya pebalap yang bisa memberi semangat supaya helatan MotoGP kembali ramai penonton," katanya dikutip GPOne, Jumat (17/4/2020).

"Jika Rossi pensiun, penonton belum tentu akan membeli tiket MotoGP. Paling tidak, hingga dua tahun mendatang karena ketakutan atas Covid-19 yang belum benar-benar tuntas," lanjut Pernat.

Baca juga: 5 Livery Motor Balap Grand Prix dan MotoGP Paling Legendaris

Rossi saat berlaga di MotoGP Malaysia 2019 (Photo by Mohd RASFAN / AFP)MOHD RASFAN Rossi saat berlaga di MotoGP Malaysia 2019 (Photo by Mohd RASFAN / AFP)

Dirinya juga menyadari bahwa kondisi Rossi yang semakin berumur menyulitkannya untuk kembali menjadi juara dunia. Meski demikian, pebalap Monster Energy Yamaha tersebut masih punya kemampuan dan kemungkinan untuk meraih beberapa podium.

"Dia (Rossi) berbeda dengan Giacomo Agostini, dia benar-benar mencintai dunia balap. Sehingga ada rasa yang berbeda ketika ia tampil di sirkuit," kata Pernat.

"Ketika MotoGP mulai lagi, kejuaraan akan berbeda, baik dalam hal struktur dan orang yang terlibat. Anggota di garasi akan direvisi, begitu juga dalam jumlah penonton, yang saya pikir dalam satu atau dua tahun ke depan akan lebih kecil," ujarnya lagi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber gpone
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X