Kemenhub Bicara Kemungkinan Adanya Larangan Mudik

Kompas.com - 17/04/2020, 13:42 WIB
Pemudik yang menggunakan KM Dobonsolo tiba di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/6/2019). KM Dobonsolo mengangkut 1.542 orang peserta mudik balik gratis sepeda motor yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. *** Local Caption *** ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOPemudik yang menggunakan KM Dobonsolo tiba di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/6/2019). KM Dobonsolo mengangkut 1.542 orang peserta mudik balik gratis sepeda motor yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. *** Local Caption ***
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk mencegah Penyebaran Corona atau Covid-19, yang juga akan menjadi pedoman untuk mudik sudah terbit, namun ada kemungkinan bila mudik tahun ini akan dilarang pemerintah.

Kondisi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, kepada media saat melakukan video conference mengenai pemberlakukan tiket online untuk penyebrangan.

"Perkirakaan saya kemungkinan akan dilarang, tapi saya juga sedang menunggu itu semua keputusanya akan seperti apa. Sore nanti akan dibahas dengan Kemenko Maritim," kata Budi, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Pandemi Memaksa Pemilik Mobil Turun Kasta

Ketika ditanya apakah indikator utama pemerintah melarang mudik karena jumlah kasus yang terpapar corona makin banyak, Budi menjelaskan bila faktor tersebut bukan ranahnya untuk menjawab.

Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.

Tapi Budi mengatakan adanya kemungkinan larang mudik bisa terjadi lantaran pemerintah juga sudah mengganti hari libur nasional saat perayaan Idul Fitri menjadi akhir tahun 2020 nanti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tekait libur nasional sudah diakomodir menjadi akhir 2020 nanti, jadi nanti kami lihat dulu keputusannya akan seperti apa, kami juga menyipkan bila ternyata dilarang, skemanya akan seprti apa, bagimana pergerakannya," ujar Budi,

"Masalah indikator ini saya pikir banyak hal yah, ada pertimbangan dari semua aspek, dan kondisinya saat ini saya pun menunggu keputusan pemerintah seperti apa," kata dia.

Baca juga: Deretan Mobil Bekas yang Mudah Dijual di Tengah Pandemi Corona

Seperti diketahui, pemerintah resmi menggeser cuti bersama Lebaran dari Mei ke Desember 2020 akibat pagebluk corona.

Hal ini pun sudah ditetapkan melalui Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020, dan Nomot 01 Tahun 2020.

 

"Tambahan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri yang semula tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dikutip dari siaran pers, Kamis (9/4/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.