Kompas.com - 16/04/2020, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo berencana untuk memberikan insentif kepada para pekerja transportasi darat yang berkurang penghasilannya karena dampak virus corona.

Jumlah insentif yang akan diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.

Penerima insentif ini yaitu para pekerja di sektor transportasi darat seperti pengemudi taksi, bus, truk, kernet bus, dan truk.

Program insentif ini dilakukan oleh Polri melalui program keselamatan. Dana yang dianggarkan untuk program tersebut mencapai Rp 360 miliar. Pembagian insentif akan dilakukan oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) daerah masing-masing.

Baca juga: Apakah Sekarang Waktu Tepat Berburu Mobil Bekas?

Ilustrasi bus AKAP di sebuah terminaltribunnews.com Ilustrasi bus AKAP di sebuah terminal

Seperti yang dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono, Dirlantas masing-masing Polda memiliki tugas untuk mendata orang yang berhak mendapatkan bantuan dari kepolisian.

Untuk mencegah salah sasaran ketika mendata pengemudi bus, truk, dan taksi, Anthony Steven Hambali, pemilik dari PO Sumber Alam, menyarankan agar pendataan penerima insentif bisa menggunakan data pembayar pajak.

Baca juga: Perpanjang Masa Berlaku SIM dan STNK Selama PSBB Dapat Keringanan

“Usulan saya, pendataan penerima insentif harusnya yang datanya jelas, seperti dari pembayar pajak. Data dari pembayar pajak sudah jelas pengusahanya, jumlah karyawannya, kalau diminta KTP juga siap,” kata Anthony kepada Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Pendataan pengemudi bus bisa melalui data pajak dari pengusahanya. Agar pengemudi yang tidak bisa mengakses internet, tetap mendapatkan insentif tanpa harus mendaftar lewat situs web.

“Soal daftar untuk mendapatkan insentif lewat internet, kalau sembarang orang isi di situs web, kan tidak tahu kalau nanti datanya ganda atau dobel,” ucap Anthony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.