Kendala Baru Saat PSBB, Ojol Mulai Kesulitan Ambil Order Makanan

Kompas.com - 14/04/2020, 17:12 WIB
Komunitas Desventes yang memiliki perkumpulan di kawasan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, memberikan bantuan terhadap pengemudi ojek online (ojol). Bantuan tersebut dilakukan di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2020) kemarin. dokumentasi pribadiKomunitas Desventes yang memiliki perkumpulan di kawasan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, memberikan bantuan terhadap pengemudi ojek online (ojol). Bantuan tersebut dilakukan di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2020) kemarin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB), ojek online (ojol) dilarang membawa penumpang. Jadi, penghasilannya hanya mengandalkan dari pesanan makanan dan barang.

Bahkan, pihak aplikator juga menonaktifkan fitur pengangkutan penumpang, khususnya yang berada di Jakarta. Kebijakan ini mengakibatkan munculnya kendala baru di lapangan.

Baca juga: PSBB Jakarta, Bluebird Batasi Jumlah Penumpang yang Naik Taksi

Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, mengatakan, sekarang mitra ojol banyak yang kesulitan mendapatkan pesanan.

Bahkan, jika ada pesanan makanan pun tidak bisa diambil atau order tersebut tidak bisa diakses seperti biasa.

Tangkapan layar video yang menampilkan sejumlah pengemudi ojek online menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah atas penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tangkapan layar video WhatsApp Tangkapan layar video yang menampilkan sejumlah pengemudi ojek online menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah atas penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk mengambil order makanan kan butuh modal. Mitra ojol harus membayar dulu untuk makanannya sebelum diantar. Sebagian besar teman-teman ojol sudah kehabisan modal," ujar Igun saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Igun menambahkan, untuk pesanan antar barang pun juga semakin sulit. Sebab, aktivitas masyarakat juga semakin jarang.

Jadi, meskipun jumlah pesanan makanan meningkat, mitra ojol tetap kesulitan untuk mengambilnya. Adanya dompet digital juga, menurut Igun, tidak banyak diaplikasikan.

Baca juga: PSBB Bekasi, Polisi Tindak Tegas Pengendara yang Melanggar

"Dompet digital memang bisa tanpa modal, tapi persentasenya juga tidak banyak kalau yang kita tahu," kata Igun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, larangan ojek online membawa penumpang selama PSBB Jakarta merujuk dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Pengendara ojek online menerima paket makanan, multivitamin dan hand sanitizer Dokumen Grab-Human Initiative Pengendara ojek online menerima paket makanan, multivitamin dan hand sanitizer

Tuntutan Ojol

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X