Pekan Pertama, 3.474 Pengendara Langgar Ketentuan PSBB di Jakarta

Kompas.com - 14/04/2020, 17:21 WIB
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil dan motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil dan motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada 3.474 kasus pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan bermotor di hari keempat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta, Senin (13/4/2020).

Tingginya angka pelanggaran tersebut seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada hari pertama efektif kerja sejak PSBB diberlakukan. 

"Sebanyak 3.474 pelanggaran tercatat pada Senin kemarin. Paling banyak pelanggar yang tidak menggunakan masker, yakni 2.304 kasus," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020).

Baca juga: BPTJ Sepakat Ojol Seluruh Jabodetabek Tak Angkut Penumpang Saat PSBB

Pengawasan arus lalu lintas penerapan PSBB DKI Jakarta di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (13/4/2020).Istimewa Pengawasan arus lalu lintas penerapan PSBB DKI Jakarta di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (13/4/2020).

Kemudian, aturan yang kerap dilanggar pengendara adalah terkait jumlah kapasitas penumpang pada mobil, yaitu sebanyak 787 kasus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilanjutkan dengan 383 pelanggaran oleh pengendara roda dua yang berboncengan tetapi tidak satu alamat.

Kendati demikian, polisi tidak melakukan tindakan hukum berupa tilang. Tetapi, pengendara terkait diminta untuk mengisi blanko teguran agar tidak mengulangi pelanggaran serupa di kemudian hari.

"Hari ini memang terlihat cukup padat karena mulai hari kerja, ada beberapa tempat yang diperbolehkan (kerja). Tentunya semakin banyak kendaraan yang memasuki wilayah Jakarta. Ini akan jadi evaluasi kita, dalam hal ini Gubernur, Panglima Kodam kemudian saya selaku Kapolda," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di kesempatan terpisah.

Baca juga: Ini Aturan Jumlah Penumpang Mobil Saat Melintas di Wilayah PSBB

Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.

Seperti diketahui, aturan PSBB bagi para pengendara kendaraan bermotor diatur dalam Pasal 18 Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penindakan bagi para pelanggar dibagi dua tahap. Pertama, pelanggar akan diberikan blanko teguran yang berisi pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Jika sewaktu-waktu kembali melanggar, maka pengendara bakal diberikan sanksi.

Adapun payung hukum yang digunakan untuk pemberian sanksi sesuai dengan Pasal 93 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, yaitu ancaman pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.