Harga Mobil Bekas Anjlok, Lebih Banyak Orang Jual daripada Beli

Kompas.com - 14/04/2020, 17:01 WIB
Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan Kompas.com/DioBursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Virus corona atau Covid-19 telah mempengaruhi industri otomotif secara signifikan. Di pasar mobil bekas, pandemi telah menyebabkan sejumlah orang untuk menjual kendaraannya.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88, mengatakan, tren ini mulai terjadi sejak akhir Maret 2020, terutama saat pemerintah mulai memberlakukan social distancing dan work from home.

Mobil88 mencatat, saat minggu pertama dan kedua Maret, pasar mobil bekas masih normal. Namun menjelang pekan keempat Maret, suplai mobil bekas terasa makin banyak.

Baca juga: Sering Dilempar Batu, Bus Lintas Sumatera Pakai Tameng Kaca Depan

Deretan mobil bekas yang dijual di diler Kara Mobil, Jalan Margonda, Depok, Selasa (13/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan mobil bekas yang dijual di diler Kara Mobil, Jalan Margonda, Depok, Selasa (13/2/2018).

“Jumlah yang mau beli mobil turun, tapi yang mau jual relatif sama. Jadi sekarang banyakan yang jual,” ujar Fischer kepada Kompas.com (14/4/2020).

Sementara itu, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua herjanto Kosasih, mengatakan, situasi social distancing awalnya sempat meningkatkan pembelian mobil bekas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Awal Maret masih oke, karena kendaraan umum dibatasi, orang mending naik mobil pribadi. Tapi setelah ada work from home dan relaksasi kredit, penjualan mobil bekas makin tiarap,” ucap Herjanto.

Baca juga: Ojol Lemas, Merasa Dipermainkan Aturan PSBB Jakarta

Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018Bidwin Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018

Menurutnya, penjualan mobil bekas di WTC Manga Dua saat Maret lalu sekitar 1.700 unit. Angka ini sebetulnya bisa tembus 2.400 unit normalnya, jika tidak ada gangguan.

“Sekarang sudah turun hingga 80 persen, karena PSBB orang enggak berani keluar, malah mulai banyak yang jual,” ujar Herjanto.

“Tapi prediksi saya puncaknya sekitar tiga bulan lagi, karena sekarang orang-orang bermobil masih punya tabungan,” katanya.

Baca juga: Bantu Driver Dapat Penghasilan, Gojek dan Grab Tagih Janji Permenhub

Toyota Camry Hybrid di pasar mobil bekasOLX Toyota Camry Hybrid di pasar mobil bekas

Bimo Maliki, pemilik showroom Malique Selatan Djakarta di Blok M Mall, Jakarta Selatan, turut mengatakan hal yang serupa.

Bahkan ia mengatakan, saat ini harga mobil bekas telah mengalami penurunan. Untuk mobil bekas mewah dan langka di kisaran Rp 1 miliar, bisa turun ke angka Rp 700 jutaan.

Sedangkan mobil-mobil bekas di kisaran Rp 100 jutaan sampai Rp 200 jutaan, menurutnya bisa turun sekitar Rp 10 jutaan hingga Rp 20 jutaan.

“Sekarang orang lagi nahan duit, perbandingan yang jual dan yang beli sekitar 70 persen berbanding 30 persen. Stok banyak bikin harga turun, jadi kalau punya uang mending beli sekarang,” kata Bimo.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.