Begini Mekanisme Permenhub soal Ojol Angkut Penumpang

Kompas.com - 14/04/2020, 08:32 WIB
Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya. KOMPAS.com/RAJA UMARRatusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, menuai polemik.

Terutama mengenai aturan yang membolehkan ojek online (ojol) untuk bisa beroperasi dengan membawa penumpang. Aturan ini tertuang dalam Pasal 11 huruf (d) yang menyebutkan ;

"Dalam hal tertentu untuk tujuan melayani kepentingan masyarakat dan untuk kepentingan pribadi, sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan".

Pasal tersebut dianggap kontra dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor. 33 mengenai PSBB yang melarang ojol membawa penumpang dan hanya boleh untuk mengantar barang.

Baca juga: Penjelasan Kemenhub Izinkan Ojol Angkut Penumpang Saat PSBB Jakarta

Pengemudi ojek daring menunggu pesanan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4/2020). Pengemudi ojek daring setempat mengaku pendapatan mereka turun drastis  hingga 75 persen dari rata-rata Rp 200 ribu - Rp 400 ribu menjadi Rp 50 ribu - Rp 125 ribu per hari sejak diberlakukannya kebijakan physical distancing atau menjaga jarak fisik guna mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).ANTARA FOTO/ARNAS PADDA Pengemudi ojek daring menunggu pesanan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4/2020). Pengemudi ojek daring setempat mengaku pendapatan mereka turun drastis hingga 75 persen dari rata-rata Rp 200 ribu - Rp 400 ribu menjadi Rp 50 ribu - Rp 125 ribu per hari sejak diberlakukannya kebijakan physical distancing atau menjaga jarak fisik guna mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Terkait hal ini, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, bila aturan tersebut secara penerapan implementasinya akan diserahkan ke masing-masing daerah yang menerapkan PSBB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi gini, Permenhub ini mengatur secara nasional, tidak hanya terbatas pada Jakarta saja. Ketentuan yang sifatnya PSBB ini sebenarnya implementasinya akan ada di daerah," ucap Adita saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).

Dengan demikian, Adita menjelaskan pemerintah daerah atau provinsi yang sudah disetujui status PSBB, akan mengimplementasikan aturan pengendalian transportasi yang ada di Permenhub.

Terkait dengan motor, menurut Adita nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik dari wilayah masing-masing. Apakah pemerintan daerah atau provinsinya mengizinkan atau tidak.

Baca juga: Polemik Izin Ojek Online Bawa Penumpang Saat PSBB

"Kami rancang ini tidak bertentangan dengan aturan Kemenkes, karena tiap wilayah itu berbeda-beda kajiannya. Ada kajian tentan sosial, ekonomi, dan lain sebagainya. Jadi ini yang nanti akan dikembalikan kepada daerah untuk melakukan kajian," ujar Adita.

"Jadi nanti ojek itu bisa angkut penumpang atau hanya barang saja, tergantung daerah tersebut, yang mementukan nanti pemerintahnya. Perlu diketahui, Permenhub ini mengatur secara nasional," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.