Pabrik Otomotif di China Dianggap Abai Ancaman Virus Corona

Kompas.com - 12/03/2020, 07:22 WIB
Uni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO. www.theinformationcompany.neUni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa pabrikan otomotif di China dikabarkan mulai kembali beroperasi, usai melakukan penutupan sementara karena ancaman wabah virus corona, sejak akhir Januari 2020 lalu.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Reuters, mereka adalah BMW, Daimler, Fiat Chrysler, Honda, Hyundai Motor, General Motors, hingga Nissan Motor yang berjalan bersama Dongfeng Motor Corporation.

Namun, keputusan tersebut mendapat kritik dari produsen kendaraan roda empat dunia. Sebab, hal ini berpotensi membuat timbulnya ketidakseimbangan rantai pasokan karena kurangnya bahan baku.

Baca juga: Ancaman Virus Corona Memaksa MotoGP Siapkan Skenario Ekstrem

Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.Reuters Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.

Belum lagi, potensi karyawan untuk terkena virus kembali membesar. Alhasil, pabrik tidak bisa beroperasi secara optimal namun kemungkinan karyawan untuk terkena virus kembali membesar.

"Jika kita memaksakan melanjutkan produksi, kita tidak dapat mengakses bahan yang kita butuhkan karena adanya gangguan rantai pasokan. Sektor logistik masih terkendala," ujar Yohei Shinoda, Personnel Manager untuk Kasai Kogyo Co, Rabu (11/3/2020).

"Selain itu, kami juga menghadapi masalah kekurangan karyawan di pabrik," katanya lagi.

Kemudian, peraturan yang tidak merata di beberapa wilayah China juga jadi sorotan. Bagi industri otomotif yang terbiasa dengan keseragaman, tentu akan mempengaruhi rencana bisnis ke depannya.

Baca juga: Akibat Corona, Formula E Jakarta Ditunda!

Pabrik mobil SGMW di Liuzhou Guangxi, China. Pabrik ini mampu memproduksi mobil hingga 60 unit per jam atau 1 unit per menit.Kompas.com/ Bambang PJ Pabrik mobil SGMW di Liuzhou Guangxi, China. Pabrik ini mampu memproduksi mobil hingga 60 unit per jam atau 1 unit per menit.

"Di beberapa kota, satu pekerja terinfeksi maka seluruh pabrik dia tempat berkerja harus tutup. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi pada pabrik sampai kasus infeksi corona dilaporkan kepada pihak berwenang," kata seorang pejabat di Honda Motor Co, yang memiliki pusat produksi dan lebih dari 100 pemasok di Wuhan dan sekitarnya.

"Sulit untuk hidup dengan ketidakpastian seperti itu ketika Anda menjalankan pabrik besar," lanjut dia.

Karyawan Honda dilaporkan kembali bekerja di pusat produksi China lainnya, seperti di kota Guangzhou pada 10 Februari lalu dan produksi parsial dimulai kembali pada 17 Februari.

Tetapi, kapasitas produksi masih berjalan tidak optimal karena kurangnya suku cadang dan keterlambatan logistik. Hal sama juga dialami oleh beberapa pabrikan lainnya.



Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X