Ternyata ini Fungsi Tombol Rahasia Baru pada Motor Ducati di MotoGP

Kompas.com - 27/02/2020, 09:42 WIB
Tombol rahasia terbaru Ducati disebut sebagai alat untuk mengaktifkan Ride Height Adjuster Speedweek.comTombol rahasia terbaru Ducati disebut sebagai alat untuk mengaktifkan Ride Height Adjuster

QATAR, KOMPAS.com - Pada sesi tes pra-musim di Sepang, Malaysia, Ducati kedapatan memiliki tombol rahasia baru baru pada motor Desmosedici GP20. Tombol ini berfungsi sebagai fitur baru.

Sebelumnya, rumors berhembus jika tombol rahasia ini, berhubungan dengan sistem untuk akali start, yakni Holeshot Device.

Belakangan ini diketahui fungsi dari tombol yang ada di setang sebelah kiri adalah untuk mengatur geometri sasis. Teknologi ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, sudah diaplikasikan di sepeda gunung.

Baca juga: Dua Tombol Misterius, Ducati Mulai Eksperimen Lagi

Pada sepeda gunung, alat ini lebih dikenal dengan shapeshifter, yang diproduksi oleh pabrikan asal Jerman, Canyon. Alat ini mampu membuat posisi duduk di sepeda gunung menjadi lebih turun, dengan adanya katup yang diberi tekanan antara 9 bar hingga 11 bar, tergantung dari permukaan jalan.

Dua tombol tambahan pada Ducati Desmosedici GP20Speedweek.com Dua tombol tambahan pada Ducati Desmosedici GP20

Banyak yang menyebut alat ini sebagai "Ride Height Adjuster" di Ducati. Cara kerjanya tak jauh berbeda dengan Canyon Shapeshifter, yaitu memperpendek jarak main suspensi.

Ketika motor berakselerasi saat keluar tikungan, pebalap bisa mengatur posisi buritan menjadi rendah hanya dengan tombol tersebut.

Efeknya mirip seperti Holeshot Device. Ketika bagian belakang menjadi lebih rendah, tentu keseimbangan motor berubah. Beban juga bertambah ke bagian belakang, secara signifikan meningkatkan potensi pebalap untuk membuka gas lebih agresif.

"Alat ini bekerja seperti Launch Control, tapi tidak hanya bisa dipakai saat start, melainkan di setiap keluar tikungan. Tapi, Anda punya 19.000 pilihan, ini rumit," ujar Jack Miller, dikutip dari Speedweek.com.

Otak di balik alat ini siapa lagi kalau bukan Gigi Dall'Igna, General Manager Ducati Corse. Diketahui, Gigi juga menyukai olahraga sepeda, sehingga tak heran dirinya mendapat inspirasi dari teknologi tersebut.

Baca juga: Bocor, Alex Rins Sebut Suzuki Bakal Pakai Holeshot Tiru Ducati

Marc Marquez (Repsol Honda/kiri) dan Andrea Dovizioso (Ducati) berebut posisi pertama pada seri pertama MotoGP 2018 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (18/3/2018).DOK. MOTOGP Marc Marquez (Repsol Honda/kiri) dan Andrea Dovizioso (Ducati) berebut posisi pertama pada seri pertama MotoGP 2018 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (18/3/2018).

Miller mengaku sudah pernah menggunakan alat ini tahun lalu saat di Buriram, Thailand. Tapi, kompetitornya baru menyadari saat sesi tes di Sepang.

"Itu sebabnya Alex Rins selalu mengikuti saya di setiap tikungan di Malaysia," kata Miller.

Namun, alat ini belum benar-benar terbukti ampuh jika dilihat dari catatan waktu tiap pebalapnya. Andrea Dovizioso berada di urutan ke-10 dan Danilo Petrucci di urutan ke-16.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber Speedweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X