Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/02/2020, 11:02 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia sedang mulai memasuki era kendaraan listrik. Berbeda dengan mesin konvensional yang memiliki banyak komponen bergerak di dalamnya, motor listrik tidak membutuhkan pelumas mesin.

Dengan kata lain, jika pasar motor listrik sudah tercipta, bisa saja mengganggu penjualan pelumas mesin atau oli motor. Sebab, banyak konsumen pengguna motor listrik tidak lagi butuh membeli oli motor.

Baca juga: Java Electric Motorcycles, Motor Listrik Baru Buatan Anak Negeri

Carlo Sagova, Managing Director Motul Indonesia, mengatakan, untuk sekarang ini Indonesia belum siap untuk kendaraan listrik. Sebab, ini masih menjadi sesuatu hal yang baru.

Ajang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)TOBIAS SCHWARZ Ajang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

"Di Eropa dan Amerika, kendaraan listrik terhitung sudah dewasa. Kami melihat elektrifikasi di Indonesia masih tertinggal cukup jauh dibandingkan dengan negara lainnya," ujar Carlo, saat ditanya Kompaslfc.com, belum lama ini.

Carlo menambahkan, dirnya masih punya visi untuk menjual pelumas. Sebab, kendaraan hybrid juga masih membutuhkan peluimas.

Baca juga: Yamaha Masih Enggan Main Motor Listrik di Indonesia

"Untuk kendaraan listrik, pelumas juga bisa digunakan untuk mendinginkan baterai, minyak rem, zat aditif untuk perawatan motor dan mobil. Semua masih membutuhkan kami dan kami akan selalu menjadi bagian dari pecinta otomotif," kata Carlo.

Carlo juga mengaku tidak khawatir dengan adanya elektrifikasi ini. Sebab, Motul adalah spesialis pelumas, dengan kendaraan listrik kebutuhan akan pelumas memang menjadi lebih sedikit.

"Tapi, tetap akan ada kebutuhan akan produk kami," ujar Carlo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.