Cara Mudah Cek Kondisi Oli Mesin pada Sepeda Motor

Kompas.com - 02/02/2020, 10:12 WIB
Penggantian oli mesin untuk sepeda motor skutik Otomania/Setyo AdiPenggantian oli mesin untuk sepeda motor skutik
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Melakukan penggantian oli mesin sewajarnya dilakukan secara rutin. Untuk oli mesin sepeda motor, rata-rata dilakukan setiap kelipatan 2.000 kilometer sampai 2.500 kilometer.

Penggantian oli secara rutin ini untuk menjaga agar kondisi mesin tetap terjaga dan menghindari terjadinya keausan pada komponen tertentu. Mengingat, pelumas ini mempunyai fungsi yang sangat vital.

Salah satunya adalah untuk mendinginkan dan menghindari terjadinya benturan antara komponen pada mesin. Tetapi bagaimana jika saat penggantian oli lupa mencatat kapan terakhir kali melakukan penggantian oli.

Kepala Mekanik Ahass Honda Cahaya Sakti Motor Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo mengatakan, jika lupa kapan waktu penggantian oli bisa dilakukan dengan mengecek kondisinya atau tingkat kekentalan.

Baca juga: Benarkah Motor Tanpa Kick Starter Rawan Aki Soak?

“Pengecekan bisa dilakukan dengan stik pada tutup oli mesin. Pada stik tersebut biasanya ada takaran oli yang ditunjukkan melalui garis-garis ukuran pada stik,” kata Joko kepada Kompas.com, Minggu (2/2/2020).

Pelumas kendaraanwww.netwaste.org.au Pelumas kendaraan

Pengecekan ini, kata Joko, untuk mengetahui volume oli yang tersisa pada mesin.  Apabila sudah berkurang, sebaiknya segera dilakukan penggantian oli.

Selain itu, masih kata Joko, pengecekan kualitas oli mesin juga bisa dilihat dari tingkat kekentalan oli.

“Jika kondisi oli sudah hitam itu menandakan oli sudah tidak bagus dan sebaiknya segera dilakukan penggantian. Tetapi, jika oli masih encer seperti saat pertama kali dituang berarti masih bagus,” ujarnya.

Baca juga: Mobil Ditinggal Liburan, Perlu Cabut Aki atau Tidak?

Joko menambahkan, menjaga kondisi oli mesin ini cukup penting untuk menjaga komponen mesin. Para pemilik motor agar jangan lalai untuk melakukan penggantian.

“Kalau sampai kehabisan oli mesin akibatnya bisa fatal, banyak komponen yang akan mengalami aus sehingga harus diganti. Mulai dari ring piston, poros engkol, piston dan bagian yang lain,” ucapnya.

Jika kondisi itu terjadi maka motor harus dilakukan pembongkaran mesin. Biayanya pun tidak sedikit, karena bisa mencapai jutaan rupiah.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X