4 Kesalahan yang Bisa Bikin Celaka saat Bawa Anak Kecil Naik Motor

Kompas.com - 08/01/2020, 16:24 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD) KOMPAS.com/GilangKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak dipungkiri sepeda motor merupakan alat transportasi paling populer saat ini. Sehingga tak jarang pengendara membonceng anak kecil atau balita menggunakan motor.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, menurut aturan motorcycle safety standard, ada beberapa kesalahan yang dilakukan pengendara motor.

"Kesadaran mengenai keselamatan merupakan hal nomor satu. Untuk itu orang tua harus mengetahui risiko yang mungkin terjadi ketika membonceng anak dengan sepeda motor," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

Baca juga: Ladies, Ini Bahayanya Boncengan Duduk Menyamping

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

1. Bonceng Anak di Depan

Tak jarang orang tua membonceng anak atau balita dengan sepeda motor di depan. Namun mulai sekarang sebaiknya hal itu dihindari sebab barbahaya untuk keselamatan sang anak.

Menempatkan anak kecil di jok depan sangat tidak dibenarkan dalam aspek keselamatan berlalu lintas.

"Kenapa tidak boleh ditaruh di depan, alasan pertama akan menggangu ruang gerak ketika pengendara sedang menyikapi ancaman yang terjadi dari depan," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

2. Tidak Pakai Helm

Pelindung kepala alias helm merupakan hal mutlak dalam berkendara. Walaupun tidak menjamin seratus persen, helm dapat mengurangi risiko cedera kepala jika memang terjadi kecelakaan.

Saat ini mulai banyak helm untuk anak kecil atau balita. Merek dan harganya pun beragam, yang pasti sudah memenuhi kriteria SNI. Sehingga dari segi kualitas bisa dipertanggung jawabkan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X