Karoseri Semarang Telah Ekspor Bus Hingga ke Fiji

Kompas.com - 15/11/2019, 08:22 WIB
Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah KOMPAS.com/DioFasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

 

SEMARANG, KOMPAS.com – Perusahaan Karoseri yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah, CV Laksana telah mengekspor unit bus ke sejumlah negara di Asia. Tujuannya mulai dari Fiji, Bangladesh, dan Timor Leste.

Direktur Komersial Laksana Alvin Amran, mengatakan pihaknya terus mencoba peluang pasar-pasar baru di mancanegara. Sejak tahun 2009, Alvin menambahkan telah mengekspor sekitar 200-an unit bus ke negara-negara tersebut.

“Kami awal berdiri sekitar 1977, awalnya berupa karoseri mobil-mobil kecil. Tapi mulai 1990-an berali ke kendaraan besar, dan fokus di bus medium ukuran enam roda ke atas,” ujarnya di pabrik Laksana di Ungaran, Jawa Tengah (14/11/2019).

Baca juga: Fakta Kecelakaan Bus di Tol Cipali, Diduga Sopir Lalai hingga 7 Orang Tewas

 

Alvin Arman, Direktur Komersial Laksana BusKOMPAS.com/Dio Alvin Arman, Direktur Komersial Laksana Bus

Model bus yang diekspor pun beraneka ragam, namun umumnya bertipe executive premium yang dihargai sekitar Rp 480 jutaan sampai Rp 500 jutaan, dengan konfigurasi bangku 2-1 atau 2-2.

"Ke Bangladesh malah banyak minta double decker, ini sudah 18 unit. Harga bodi double decker sekitar Rp 3,1 miliar," ucapnya.

Dia juga menargetkan, dapat mencapai produksi hingga 1.200 unit sampai akhir tahun. Menurutnya, segmen bus masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun ini.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Cipali yang Tewaskan 7 Orang

Laksana Bus juga telah mengekspor sejumlah model ke beberapa negara di AsiaKOMPAS.com/Dio Laksana Bus juga telah mengekspor sejumlah model ke beberapa negara di Asia

“Sepanjang Januari-Oktober, sudah sekitar 1.000-an unit. Kalau kapasitas maksimal perusahaan 1.500 unit,” ucap Alvin.

“Memang tidak besar tumbuhnya, tapi relatif saya pikir bus masih baik tahun ini. Masih ada pertumbuhan, kami cukup senang dengan capaian sejauh ini,” katanya.

Alvin mengatakan, ada dua faktor yang membuat bisnis bus membaik kinerjanya. Pertama adalah infrastruktur jalan tol Trans Jawa yang sudah rampung, dan semakin baiknya sistem transportasi darat karena masyarakat mencari moda transportasi alternatif selain pesawat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X