Kolaborasi Merek Lokal di Dunia Custom Culture Motor

Kompas.com - 25/10/2019, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sukses dengan Custom Collaboration pertama pada 2018, tahun ini acara yang kental dengan dunia custom tersebut kembali hadir. Bedanya, 2019 ini Custom Collaboration mengajak banyak merek lokal untuk berkolaborasi.

Tema yang diangkat dalam Custom Collaboration 2019 kali ini bertujuan untuk menyatukan berbagai macam merek lokal, serta artisan yang berada di skema yang berbeda-beda, seperti denim, leather, custom painting, grafitti, hingga komunitas skateboard dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Royal Enfield Custom Garapan Arsitek Ikut Mejeng di Kustomfest 2019

Heret Frasthio, pemilik Elders Company sekaligus penggagas acara ini mengatakan, custom culture bukan hanya sebatas motor. Sebab, ubahan atau custom juga bisa dilakukan di sneakers, mainan, dan lainnya.

Custom Collaboration 2019 mengajak puluhan merek lokal berkolaborasiKompas.com/Donny Custom Collaboration 2019 mengajak puluhan merek lokal berkolaborasi

“Sebenarnya, acara ini bisa memberikan wadah baru untuk teman-teman sendiri. Sebab, ada dari artisan yang kultur motor, ingin coba gambar di sepatu atau mainan. Sebaliknya, artisan yang dari kultur street art, ingin coba menggambar di motor. Jadi, memperbesar pasar mereka juga,” ujar Heret, di sela-sela pembukaan Custom Collaboration 2019 di Lippo Mall Kemang Village, Kamis (24/10/2019).

Acara ini tidak hanya menghadirkan beragam local pop up store, beberapa merek yang berpartisipasi juga akan memperkenalkan produk terbarunya. Custom Collaboration 2019 juga dimeriahkan dengan pameran seni, talk show, dan pemutaran film.

Baca juga: Menakar Biaya Custom Honda Win 100 Bergaya Tracker

Menarik untuk ditunggu adalah kolaborasi dari beberapa kultur yang berbeda, di antaranya Elders Garage Compang (kultur permotoran), Never Too Lavish (kultur street art), Twilo Skate Corner (kultur skateboard), Low Rider Tebet (kultur sepeda low rider), Urbain Indonesia (merek streetwear lokal), dan Adit and The Bandits (custom sepatu).

Ada sekitar 40 pop up store yang juga dari luar Jakarta, seperti Medan, Makassar, Bandung, Surabaya, bahkan Bali. Sebelumnya, Custom Collaboration juga sudah mengadakan road show ke lima kota tersebut.

Custom Collaboration 2019 mengajak puluhan merek lokal berkolaborasiKompas.com/Donny Custom Collaboration 2019 mengajak puluhan merek lokal berkolaborasi

“Kita undang kurang lebih 20 tenant dan artisan dari lima kota tersebut. Road show tersebut juga bisa terselenggara berkat Astra Honda Motor dengan Genio Custom Playground,” kata Heret.

Erlan Dwi Anto, salah satu penggagas Custom Collaboration, mengatakan, dengan mendatangkan beberapa merek lokal yang ada di luar Jakarta, maka diharapkan akan mengangkat nilai dari para artisan merek lokal yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dan pengakuan terutama untuk karya-karyanya yang sebenernya tidak kalah dengan produk luar negeri.

Custom Collaboration 2019 mengajak puluhan merek lokal berkolaborasiKompas.com/Donny Custom Collaboration 2019 mengajak puluhan merek lokal berkolaborasi

Custom Collaboration 2019 masih digelar di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta, mulai 24-27 Oktober 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.