Royal Enfield Custom Garapan Arsitek Ikut Mejeng di Kustomfest 2019

Kompas.com - 07/10/2019, 20:01 WIB
Royal Enfield .02View garapan arsitek dipamerkan di Kustomfest 2019 Kompas.com/DonnyRoyal Enfield .02View garapan arsitek dipamerkan di Kustomfest 2019

 

YOGYAKARTA - KOMPAS.com - Berprofesi sebagai seorang arsitek, tidak membatasi Julian Palapa untuk membangun sebuah karya berupa motor custom. Pria ini menggunakan basis motor Royak Enfield Himalayan untuk di-custom bergaya tracker.

Meski demikian, Julian mengaku tidak ingin terkotak dalam sebuah gaya tertentu. Dia ingin motor garapannya tersebut bebas dari segala macam gaya. Inspirasinya sendiri datang dari tracker tahun '70-an.

Baca juga: Motor Custom Royal Enfield Ada di Kustomfest 2019

"Saya sengaja menghindar dari typecast desain tertentu, agar tetap relevan dalam keadaan apa pun, yang penting beauty follows function. Itu resep saya ketika membangun motor yang saya namakan .02View (baca: Second View) ini,” ujar Julian, dalam keterangan resminya.

 

Royal Enfield .02View garapan arsitek dipamerkan di Kustomfest 2019Kompas.com/Donny Royal Enfield .02View garapan arsitek dipamerkan di Kustomfest 2019

Julian menambahkan, bagi dirinya yang penting adalah bagaimana caranya karakter kuat yang ada pada Himalayan diubah sedikit untuk menambah kelincahan motor tersebut dalam menerabas mobilitas metropolitan.

Julian mengikuti kompetisi modifikasi Royal Enfield dengan tajuk RE-Build yang diadakan oleh PT Distributor Motor Indonesia (DMI), APM Royal Enfield di Indonesia. Pria berusia 43 tahun ini menggarap motornya bersama tiga tim arsiteknya.

“Saya menerapkan filosofi desain rancang bangunan yang fungsional. Proposal desainnya pun terkesan bergaya ala firma arsitektur. Bukan anak motor,” kata Julian.

Baca juga: Spesifikasi Royal Enfield The 30, Continental GT 650

Julian menjelaskan, ada tiga variabel penting yang ia implementasikan dalam mendesain Himalayan Second View tersebut. Pertama adalah firmitas atau struktur rancang bangun, lalu utilitas atau fungsi bangunan dan yang terakhir adalah venustas atau estetika.

“Tiga variable ini adalah yang terdasar dalam merancang sebuah bangunan. Saya coba untuk membawa nilai ini ke dalam Royal Enfield Himalayan,” ujar pria yang juga anggota Royal Riders Indonesia.

Dengan ketiga variabel di atas, jadilah motor adventure yang mampu berpetualang dalam menerabas padatnya kota metropolitan. Proses pengerjaan motor ini diklaim memakan waktu hingga tujuh bulan.

Proses pengerjaan .02View terbilang tidak mudah. Sokbreker depan Showa diusahakan untuk dipasang dengan menciptakan segitiga atau triple tree baru. Sokbreker depan tersebut ditunjang dengan sistem pengereman double disc dengan 8 piston dari Nissin Radial.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X