Terlibat Kecelakaan Beruntun, Pemilik Kendaraan Bisa Klaim Asuransi?

Kompas.com - 18/10/2019, 11:02 WIB
Insiden tabrakan beruntun di China dilihat dari udara setelah adanya penanganan oleh aparat terkait. XinhuaInsiden tabrakan beruntun di China dilihat dari udara setelah adanya penanganan oleh aparat terkait.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara merupakan salah satu kegiatan yang penuh dengan risiko. Ancaman bisa terjadi setiap saat, baik disebabkan oleh diri sendiri maupun orang lain, seperti jatuh hingga tabrakan beruntun.

Guna mengurangi dampak dari risiko di atas, biasanya pemilik kendaraan menjamin mobil atau sepeda motornya dengan asuransi. Lantas bagaimana jika kasusnya adalah tabrakan beruntun?

Baca juga: Cegah Kecelakaan Beruntun, Simak Cara Menghitung Jarak Aman Mengemudi

Bila masing-masing kendaraan sudah memiliki polis asuransi kendaraan bermotor dengan jaminan all risk, sesuai kesepakatan industri asuransi, maka tidak diperlukan lagi saling tuntut. Kerugian yang diderita akan diselesaikan ke perusahaan asuransi masing-masing secara knock for knock agreement.

Mobil avanza yang dikemudikan Ali Mashudi yang mengalami kerusakan parah pasca kecelakaan beruntun menabrak 2 mobil dan 4 sepda motor. Kecelakaan diduga akibat sopir menderita epilepsi.KOMPAS.com/SUKOCO Mobil avanza yang dikemudikan Ali Mashudi yang mengalami kerusakan parah pasca kecelakaan beruntun menabrak 2 mobil dan 4 sepda motor. Kecelakaan diduga akibat sopir menderita epilepsi.

Lantas, jika keadaannya korban tidak memiliki asuransi dan kendaraan di belakangnya (penabrak) telah memiliki polis asuransi kendaraan bermotor yang diperluas dengan jaminan Tanggung Jawab Hukum kepada Pihak Ketiga atau third party liability, maka kerusakan mobil yang ditabrak di depannya dapat diajukan klaim.

"Pastikan bahwa pengemudi tidak masuk kategori pengecualian (tidak dilindungi asuransi) seperti, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), melakukan pelanggaran lalu lintas, di bawah pengaruh alkohol, dan sebagainya," ujar Laurentius Iwan Pranoto, Head of Communication and Event Asuransi Astra kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cara Mudah Kurangi Potensi Kecelakaan Beruntun

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Tangerang - Merak, Sabtu (14/9/2019). Tiga kendaraan terlibat hingga menyebabkan sembilan orang terluka.Dok. Polda Banten Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Tangerang - Merak, Sabtu (14/9/2019). Tiga kendaraan terlibat hingga menyebabkan sembilan orang terluka.

Kendati demikian, patut dicatat bahwa pertanggungan pihak ketiga ini memiliki limit nominal penggantian. Biasanya, besaran limit antara Rp 10 juta, Rp 25 juta, hingga Rp 100 juta.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody A.S. Dalimunthe menyatakan, asuransi tipe tersebut tidak hanya menanggung kerusakan kendaraan bermotor saja tapi juga bisa meliputi kerusakan harta benda, biaya pengobatan, cidera badan, hingga kematian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X