Cara Mudah Kurangi Potensi Kecelakaan Beruntun

Kompas.com - 18/10/2019, 08:02 WIB
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Tangerang - Merak, Sabtu (14/9/2019). Tiga kendaraan terlibat hingga menyebabkan sembilan orang terluka. Dok. Polda BantenKecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Tangerang - Merak, Sabtu (14/9/2019). Tiga kendaraan terlibat hingga menyebabkan sembilan orang terluka.

JAKARTA, KOMPAS.com - Potensi kecelakaan lalu lintas di jalan, termasuk tabrakan beruntun, bisa diminimalisir melalui berbagai persiapan berkendara dimulai dari memastikan kondisi kendaraan hingga dari pengemudinya.

Mempersiapkan kondisi kendaraan umumnya meliputi pengecekan kembali kinerja rem, tekanan ban, fungsi kelistrikan, sampai batas muatan kendaraan. Sedangkan untuk pengemudinya, diimbau jangan dalam kondisi tidak optimal mengemudi seperti, mengantuk, sakit, dan lainnya.

"Jika sudah merasa siap, biasakan melakukan pengecekan perencanaan perjalanan ulang dengan cara melihat berita terkait jalan yang akan dilewati. Apakah ada potensi penumpukkan jalan, penutupan jalan, atau sebagainya," kata Pendiri dan Instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pelajaran yang Bisa Diambil dari Banyaknya Kasus Kecelakaan Beruntun

Kecelakaan beruntun di Tol Joglo arah Meruya yang melibatkan 5 unit mobil dan 1 bus pada Senin (14/10/2019) pagi.Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Kecelakaan beruntun di Tol Joglo arah Meruya yang melibatkan 5 unit mobil dan 1 bus pada Senin (14/10/2019) pagi.

Hal itu penting untuk mengatur ritme dan emosi berkendara di jalan. Sebab biasanya, jika keadaan tidak sesuai semestinya pengendara cenderung melakukan cara-cara nekat supaya segera terbebas dari kondisi tersebut.

"Banyak yang tiba-tiba pengendara mulai mengambil bahu jalan supaya terbebas dari macet, memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, tidak mematuhi rambu lalu lintas yang ada, macam-macam. Tingkah laku seperti ini yang membuat peluang kecelakaan termasuk tabrakan beruntun terbuka lebar," kata Jusri.

Baca juga: Tabrakan Maut Tiga Sepeda Motor dengan Avanza, 3 Orang Tewas, 4 Kritis

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019). Kecelakaan yang melibatkan 6 buah sepeda motor dan dua mobil ini mengakibatkan 4 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019). Kecelakaan yang melibatkan 6 buah sepeda motor dan dua mobil ini mengakibatkan 4 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

"Jika memang tidak sempat melakukan perencanaan perjalanan ulang, berangkat lebih pagi daripada biasanya. Volume kendaraan itu tiap hari berubah dan cenderung naik, pasti penumpukkan atau macet akan terjadi," ujarnya.

Lalu, biasakan juga untuk menempatkan kendaraan di jarak yang aman. Artinya, selalu buat ruang dengan kendaraan lain di area depan dan samping.

Ilustrasi kecelakaan motorgas2.org Ilustrasi kecelakaan motor

"Misalkan di depan mobil, kanan ada mobil, belakang juga, usahakan di kiri kita kosong. Atau sebaliknya, di sebelah kanan kosong. Jangan sampai di semua sisi ada mobil dan tidak ada ruang untuk menghindar saat dibutuhkan," kata Jusri.

"Ingat bahwa penyebab kecelakaan itu tidak hanya datang dari diri sendiri, tapi juga di luar kendali pengemudi. Maka sekecil apapun potensinya, harus diperhatikan dan dihindari," ujarnya lagi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X