Tanggapan Nissan soal Mobil Listrik Bebas Ganjil Genap

Kompas.com - 09/09/2019, 15:42 WIB
Nissan Leaf, Mobil Listrik Nissan Nissan Leaf, Mobil Listrik Nissan
Penulis Stanly Ravel
|

KARAWANG, KOMPAS.com - Mulai hari ini, Senin (9/9/2019), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memberlakukan secara penuh regulasi perluasan ganjil genap untuk mobil pribadi.

Seperti diketahui, ada pengecualian yang diberikan untuk beberapa kendaraan. Salah satunya adalah pembebasan untuk kendaraan yang digerakkan motor listrik alias mobil listrik.

Hal ini merupakan salah satunya bentuk guna menekan polusi udara sekaligus mendorong populasi mobil listrik di Indonesia, menyusul ditekennya Perpres Nomor 55 mengenai percepatan kendaraan listrik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Ingat, Keluar Masuk Tol Tetap Kena Sanksi Perluasan Ganjil Genap

Menanggapi hal ini, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Isao Sekiguchi, mengatakan, apa yang dilakukan oleh Pemprov DKI sebenarnya masih bisa dimaksimalkan lebih dari itu.

Hari pertama penerapan ganjil genap di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Hari pertama penerapan ganjil genap di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019)

"Tidak cukup bila hanya dengan itu (pembebasan ganjil genap), masih banyak harusnya yang bisa dikembangkan lagi untuk upaya mendorong peralihan ke kendataan listrik," ucap Sekiguchi kepada wartawan di Karawang, Jawa Barat, Senin (9/9/2019).

Sekiguchi mengatakan, baiknya pemerintah dan pihak-pihak terkait pemangku kekuasaan melakukan diskusi bersama dengan para pabrikan otomotif yang akan memasarkan mobil listrik di Tanah Air. Dia menyarankan juga agar pemerintah melakukan bencmark dengan negara lainnya.

Baca juga: 4 Keunggulan Mobil Listrik Nissan Leaf

Nissan Leaf dipamerkan di IEMS 2019.Kompas.com/Donny Nissan Leaf dipamerkan di IEMS 2019.

Contohnya seperti di London yang sudah menerapkan sistem berbayar untuk kendaraan yang akan memasuki ruas tertentu. Pembayarannya dilakukan berdasarkan kandungan emisi dari mobil yang digunakan, semakin tinggi emisi yang dihasilkan makin tinggi tarifnya, begitu juga sebaliknya.

Dengan diskusi bersama, Sekiguchi mengatakan bakal banyak masukkan lain untuk membahasan soal intensif non-fiskal bagi para pemilik mobil listrik ke depannya. Hal ini pun bisa dijadikan sebuah nilai plus sehingga ada dorongan untuk masyarakat bisa beralih ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

"Free parking saja juga tidak cukup, artinya masih banyak yang bisa dilakukan. Mungkin seperti pememberian jalur khusus di jalan tol hanya untuk mobil listrik dan lain sebagainya," ucap Sekiguchi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X