Kompas.com - 08/09/2019, 19:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak hal yang harus disiapkan agar era elektrifikasi atau kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia tercipta. Salah satunya, menumbuhkan kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik.

Ilmuwan mobil listrik, Ricky Elson, berpendapat bahwa membuat publik percaya akan suatu hal baru membutuhkan waktu yang panjang.

Apalagi dengan kondisi ketertinggalan dengan negara lain, seperti halnya di sektor otomotif.

"Era kendaraan listrik itu bukan hanya tentang mobil, tetapi juga kesiapan industri, peremajaan produksi, sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Belum lagi membangun kepercayaan publik agar mau turut serta berkontribusi dalam peradaban baru ini," katanya di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Esemka Bicara Soal Pengembangan Mobil Listrik

Nissan Leaf dipamerkan di IEMS 2019.Kompas.com/Donny Nissan Leaf dipamerkan di IEMS 2019.

"Jadi menurut saya, bila berfikir secara logis dan realistis, dengan kondisi sekarang maka era kendaraan listrik di Indonesia baru tercipta 15 tahun mendatang," ujar Ricky.

Harga kendaraan listrik yang masih mahal, atau tidak berbeda jauh dibanding kendaraan konvensional juga patut jadi perhatian.

Maka, bila dibandingkan dari total populasi kendaraan di DKI Jakarta dan pola pikir masyarakat saat ini, supaya kendaraan listrik mencapai 1 juta unit dibutuhkan waktu 5-10 tahun.

Baca juga: Kembangkan Proyek Mobil Listrik, Indonesia Belajar dari Ceko

Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.KOMPAS.com/Agung Kurniawan Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.

"Tapi, saat ini euforia kendaraan listrik masih hangat. Pemerintah pun sedang menyiapkan pijakan supaya kita dapat melangkah ke sana. Ajak generasi muda untuk bangkit bersama, ikut serta dalam perubahan ini. Jangan hanya menyeret dan terseret ke dalamnya," kata Ricky.

Baca juga: Charging Station di Indonesia Harusnya Ikuti Standar Internasional

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah jangan terlalu terburu-buru dan memaksakan diri lakukan lonjakan besar ke era kendaraan listrik.

Sebab bila fondasinya tidak kuat, dalam hal ini sumber daya manusia-nya, maka Indonesia hanya akan bisa menjadi penjahit atau konsumen saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.