Charging Station di Indonesia Harusnya Ikuti Standar Internasional

Kompas.com - 08/09/2019, 12:01 WIB
Charging station milik BPPT untuk kendaraan listirik. stanlyCharging station milik BPPT untuk kendaraan listirik.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke era elektrifikasi atau kendaraan listrik berbasis baterai. Namun hingga saat ini, standar charging station masih belum ditetapkan.

Kementerian Perindustrian mengaku bahwa saat ini sedang melakukan kajian mendalam terkait standar charging station di Indonesia, dan diharapkan bisa ditetapkan dalam waktu dekat. Begitu pula dengan standar baterai kendaraan listrik.

Perusahaan teknologi asal Swiss, ABB, berharap charging station di Indonesia mengikuti standar Internasional.

Hal ini bermaksud agar memudahkan jalannya transfer teknologi dan memasarkan kendaraan listrik buatan dalam negeri ke luar negeri (ekspor).

Baca juga: Esemka Bicara Soal Pengembangan Mobil Listrik

Charging station milik ABBKOMPAS.com/Ruly Charging station milik ABB

"Standarisasi itu penting karena menentukan dari sisi teknis, spesifikasinya sama, sehinga pengembangan teknologi bisa menuju level yang sama," kata Direktur ABB Indonesia, Dodon Ramlie di Jakarta belum lama ini.

"Seharusnya standar yang diberlakukan sama (mengikuti standar internasional), sehingga kendaraan buatan Indonesia bisa diekspor. Kalau berbeda, negara tujuan ekspornya akan terbatas. Begitu pula untuk kendaraan yang bisa masuk ke sini," ujarnya.

ABB merupakan salah satu vendor penyedia charging station. Sejauh ini, ABB telah memiliki dua jenis pengisi daya listrik yakni sistem AC dan DC. Pengisi daya dengan sistem DC dapat mengisi listrik dalam waktu yang lebih singkat atau biasa dikenal fast charging.

Baca juga: Anies: Jangan Hanya Orang Kaya yang Bisa Beli Kendaraan Listrik

SPBU Kuningan, Jakarta Selatan menjadi pilot project Green Energy Station (GES).stanly SPBU Kuningan, Jakarta Selatan menjadi pilot project Green Energy Station (GES).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Wanhar memaparkan bahwa pihaknya mengusulkan charging station di Indonesia akan ada beberapa tipe colokan.

"Sesuai hasil rapat penyiapan teknis dan keselamatan infrastruktur ketenagalistrikan Kendaraan Bermotor Listrik ( KBL) pada 9 Agustus lalu, kita sudah sepakati ada tiga tipe colokan yang akan diusulkan," ucap Wanhar

Ketiga tipe colokan yang dimaksud, adalah Type 2 AC Charging, DC Charging CHAdeMo, dan DC Charging Combo Type CCS2. Artinya, semua kendaraan listrik bisa terfasilitasi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU) yang akan dibangun oleh PLN.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X