Penyebab Mobil Terbakar saat Terjadi Kecelakaan Tol Cipularang

Kompas.com - 03/09/2019, 11:33 WIB
Mobil ringsek akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (2/9/2019). 
Tribunjabar.id/Ery ChandraMobil ringsek akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (2/9/2019).
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan beruntun yang melibatkan puluhan kendaraan di kilometer 91 Tol Purbaleunyi, Jawa Barat, pada Senin (2/9/2019) siang memakan korban.

Bila dilihat dari dampak yang dihasilkan, hingga 4 kendaraan hangus terbakar, diindikasikan kecelakaan terjadi pada kecepatan tinggi.

Pada dasarnya, terbakarnya mobil karena ada kebocoran pada saluran bahan bakar dan oli mesin. Potensi kebocoran ini, akan semakin besar jika mobil mengalami tabrakan di bagian depan dan belakang karena area mesin atau tangki bahan bakar tergoncang.

Baca juga: Tol Cipularang Rawan Kecelakaan, Antara Kondisi Jalan dan Mistis

Menilik pristiwa di Km 91 Tol Purbaleunyi, kecelakaan terjadi saat kondisi mobil dalam keadaan diam.

Maka, bisa jadi ada hantaman yang sangat keras, mengakibatkan adanya kebocoran yang mengenai tangki bahan bakar dan merusak kelistrikan sebagaimana dikatakan Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi.

Baca juga: Kecelakaan Tol Cipularang, Ingat Pentingnya Jaga Jarak Aman

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Jawa Barat, Senin (2/9/2019).KOMPAS TV Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Jawa Barat, Senin (2/9/2019).

"Kemungkinan, karena kondisi saat ditabrak itu diam, langsung terkena fuel system-nya dan ada percikan api dari gesekan material kendaraan dengan jalan atau yang lain," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Selain itu, bocornya cairan radiator coolant yang berperan mendinginkan mesin bisa juga menjadi penyebab kebarakan mobil. Sebab cairan tersebut mengandung zat kimia di mana, ketika ada percikan api saat uap titik didih cairan menetes, akan sangat cepat menyambar ke bagian lainnya.

Baca juga: Efek Macet Kecelakaan Tol Cipularang, Simak Jalur Alternatif

"Kemungkinannya sangat banyak sebenarnya, namun kebakaran itu intinya terjadi karena ada kebocoran dan ditambah gesekan yang bisa menyebabkan percik api," ujar Didi.

"Penting untuk menjaga jarak aman kendaraan, khususnya bila ada kendaraan bermuatan berat di sekitar. Mengalah saja, yang terpenting aman. Kami turut berduka atas kejadian ini," ujar dia lagi.

Baca juga: Kecelakaan di Cipularang, antara Human Error dan Bahaya Laten

Kecelakaan beruntun di Cipularang, Jawa Barat Kecelakaan beruntun di Cipularang, Jawa Barat

Berdasarkan laporan kronologi terakhir yang disitat dari Kompas Regional, Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiyono Dulrachman, menjelaskan bila insiden tersebut awalnya terjadi karena ada kecelakaan tunggal yang dialami dump truck.

Baca juga: Kecelakaan Tol Cipularang, Ini Tindakan Tepat Saat Mobil Terbakar

Kondisinya, ada empat kendaraan yang tengah mengantre proses evakuasi truk tersebut, lalu tiba-tiba ada sebuah dump truck bermuatan tanah lain dari arah belakang yang hilang kendali karena rem blong. Truk tersebut langsung menabrak empat kendaraan sebelumnya.

Tepat di belakang truk yang hilang kendali tersebut, ada 15 kendaran lain yang otomatis ikut terlibat dalam insiden maut, hingga akhirnya menyebakan kecelakaan beruntun. Empat kendaraan diinformasikan langsung terbakar akibat kejadian tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.