Tol Cipularang Rawan Kecelakaan, Antara Kondisi Jalan dan Mistis

Kompas.com - 03/09/2019, 11:29 WIB
Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARPetugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Purbaleunyi, tepatnya pada KM 91 arah Jakarta, Senin (2/9/2019). Kecelakaan beruntun itu melibatkan 21 kendaraan yang menewaskan delapan orang.

Kecelakaan di ruas tol yang sering disebut Tol Cipuralang ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya tercatat beberapa kali kecelakaan maut terjadi di ruas Km 90 hingga Km 100 di jalan tol ini.

Baca juga: Kecelakaan Tol Cipularang, Ingat Pentingnya Jaga Jarak Aman

Salah satu persepsi seringnya terjadi kecelakaan di area ini karena hal mistis. Namun dalam rekam catatan Kompas.com, penjelasan logis untuk hal ini terjadi karena tipografi jalan berkelok dan menurun.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, bahwa area tersebut terutama di kilometer 97 memang rawan kecelakaan.

Polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di ruas tol Purbaleunyi, Selasa (3/9/2019).KOMPAS.COM/FARIDA Polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di ruas tol Purbaleunyi, Selasa (3/9/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu kata Martinus, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jasa Marga, Kepolisian, dan sejumlah pakar pernah melakukan evaluasi dan penelitian di kilometer 90 sampai 100.

Baca juga: Efek Macet Kecelakaan Tol Cipularang, Simak Jalur Alternatif

"Kalau dilihat dari hasil kajian ilmiah kilometer 90-100 secara keseluruhan, pengguna kendaraan memang harus ekstra hati-hati saat melewati jalur tersebut. Kondisi jalanan menurun dengan belokan dan kontur angin membuat pengendara harus lebih hati-hati," kata Martinus seperti dimuat Kompas.com, Selasa (2/12/2014) silam.

Mobil ringsek akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (2/9/2019). 
Tribunjabar.id/Ery Chandra Mobil ringsek akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (2/9/2019).

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menyebutkan bila kondisi jalan di Cipularang pada Km 90 sampai Km 100 memang cenderung rawan.

Hal itu dia simpulkan setelah mengadakan investigasi kecil-kecilan setelah kematian istri pedangdut Saipul Jamil di lokasi tidak jauh dari situ pada beberapa tahun lalu.

"Dari hasil investigasi saya bersama tim lima tahun lalu sangat banyak human error, jadi jangan dikaitkan dengan mistis, tapi meski memang di sana sangat kental," katanya kepada Kompas.com, Selasa (2/9/2019).

Baca juga: Kecelakaan di Cipularang, antara Human Error dan Bahaya Laten

Polisi gelar olah TKP kecelakaan beruntun Tol Cipularang Polisi gelar olah TKP kecelakaan beruntun Tol Cipularang

Jusri mengatakan ada dua faktor dalam kecelakaan yaitu faktor utama yaitu manusia dan faktor kontributor yang dalam hal ini mengarah pada kondisi lingkungan di lokasi kejadian.

Catatan Kompas.com, pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Ofyar Z Tamin, mengatakan bahwa trek jalan yang mulai menurun dari kilometer 100 dan ditambah beban massa dari kendaraan membuat laju kendaraan bertambah cepat.

Saat kondisi seperti ini, pengemudi seharusnya meningkatkan kewaspadaan, dan bisa memaksimalkan transmisi untuk mendapatkan efek engine brake.

Baca juga: Jangan Biasakan Kepo Melihat Kecelakaan di Tol

"Saat mendesain dan membangun jalan ada yang disebut kecepatan rencana. Artinya, kendaraan akan aman jika melaju baik saat memasuki tikungan atau jalan menurun berada di bawah kecepatan rencana," ujar Tamin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.