Mengenal Teknologi Mitsubishi Outlander PHEV

Kompas.com - 24/07/2019, 09:45 WIB
Detil produk terbaru dari Mitsubishi di GIIAS 2019, Outlander PHEV Kompas.com/Setyo AdiDetil produk terbaru dari Mitsubishi di GIIAS 2019, Outlander PHEV

TANGERANG, KOMPAS.com - Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) menandai partisipasinya pada era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dengan memperkenalkan versi terbaru Outlander PHEV pada ajang GIIAS 2019.

Outlander PHEV memang sudah sekitar satu tahun meluncur secara global, tepatnya pada pameran Geneva Motor Show, Maret 2018. MMKSI kini resmi memperkenalkan Outlander PHEV di Indonesia, bahkan sudah resmi dijual dengan banderol Rp 1,289 miliar.

Harga tersebut cukup fantastis untuk satu unit mobil. Bukan tanpa alasan MMKSI melepas Outlander PHEV dengan harga yang tinggi, Mitsubishi Indonesia memilih tidak menunggu rencana keringanan pajak dari pemerintah untuk mobil-mobil ramah lingkungan.

Lalu, apa kelebihan Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)? Baiknya kita mengenal dulu teknologi yang diusung SUV tersebut.

Baca juga: Harga Baterai Mitsubishi Outlander PHEV Bisa Beli 1 Xpander

Outlander PHEV menggunakan mesin bensin  2,4 liter model Atkinson Cycle. Mesin memiliki output maksimal 99 kw dan torsi puncak 211 Nm. Ada hal yang perlu diperhatikan, mesin bensin itu sama sekali tidak terhubung dengan roda.

Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.Gilang Satria/Kompas.com Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.

Jadi tugas mesin bensin itu untuk menjaga suplai listrik ke baterai. Roda depan dan belakang terhubung dengan dua motor listrik berbeda. Kompas.com mendapatkan penjelasan ini saat menguji Outlander PHEV di Marseille, Perancis, 2018 silam.

Baca juga: Baterai Mitsubishi Outlander PHEV Bertahan 1 Dekade

Motor listrik ke penggerak roda depan mampu menghasilkan daya 60 kw dengan daya jelajah 45 kilometer. Bila membutuhkan tenaga tambahan, ada motor listrik yang terhubung dengan roda belakang yang mampu menghasilkan daya 70 kw.

Tidak ada sistem transmisi di Outander PHEV ini. Sistem transmisi untuk menambah tenaga, digantikan dengan suplai tenaga dari baterai yang diberikan motor listrik.

Mesin bensin bertugas menjaga suplai listrik dari baterai, mempunyai kapasitas tangki bahan bakar 45 kilometer. Bila dikonversikan, konsumsi bahan bakar mesin bensin itu mencapai 2 liter per 100 kilometer.

Detil produk terbaru dari Mitsubishi di GIIAS 2019, Outlander PHEVKompas.com/Setyo Adi Detil produk terbaru dari Mitsubishi di GIIAS 2019, Outlander PHEV

Sementara baterai memiliki kapasitas 13,8 kwh, terdiri dari 80 cell dengan daya 300 volt. Saat mobil bergerak, ada mode berkendara murni EV (murni elektrik), lalu mode hybrid seri dimana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai yang menjadi sumber tenaga utama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X