Setelah Bus, Mau Ada Angkot Listrik

Kompas.com - 09/07/2019, 07:22 WIB
Bus listrik ramah lingkungan yang akan diuji coba PT Transjakarta. Foto diambil Kamis (21/3/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Bus listrik ramah lingkungan yang akan diuji coba PT Transjakarta. Foto diambil Kamis (21/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain bus dengan panjang 12 meter, PT Mobil Anak Bangsa ( MAB) rupanya juga akan memproduksi angkutan kota ( angkot) berbasis listrik. Hal ini disampaikan langsung oleh pendiri MAB, Jenderal (Purn) Moeldoko saat melakukan penjualan perdana beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ketika mengkonfirmasikan hal ini, Staf manajemen PT MAB Kelik Irwantono, mengatakan, proses produksi angkot listrik sebenarnya akan direalisasikan bersama dengan bus berukuran medim yang nantinya bisa untuk menggantikan metromini bermesin diesel.

"Dua-duanya full listrik, sama dengan bus kita sekarang hanya saja nanti ada perbedaan spesifikasi soal baterai dan teknisnya. Ini baru wacana, tapi kami sudah punya desain baik untuk angkot maupun bus delapan meter yang digunakan untuk metromini," ucap Kelik saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/7/2019).

Baca juga: Bus Listrik MAB Bakal Dibikin Berisik

Untuk angkot, Kelik menjelaskan secara bentuk mengikui kebanyakan angkot yang ada saat ini, yakni dengan model seperti mobil. Walau tak menjelaskan secara spesifik, namun dia menggambarkan bila kapasitasnya bisa menampung 11 penumpang.

"Modelnya seperti mobil atau angkot yang ada. Jadi lebih kecil dari bus delapan meter atau pun mobil yang digunakan untuk travel. Saat ini proses penjajakan dengan beberapa pemerintah daerah, salahnya Pemprov DKI juga," kata Kelik.

Bus Listrik MAB Bus Listrik MAB

Sementara untuk bus listrik berukuran medium, menurut Kelik ide awalnya ditujukan untuk mengganti sebagian besar angkot. Dari beberapa informasi yang didapat, banyak angkot di Indonesia yang telah mengantongi izin namun tidak digunakan untuk beroperasi.

Baca juga: PPD Siap Beralih ke Bus Listrik

Masalahnya disebabkan beragam faktor, salah satunya seperti biaya operasional yang maskin tinggi. Ketika angkot-angkot tersebut masuk dalam tahap peremajaan, rencananya akan digantikan dengan bus medium berbasis listrik.

"Ketika peremajaan dibanding harus mengganti banyak unit angkot lagi, lebih efesien langsung diganti bus listrik. Ibaratnya empat mobil ankot digantikan satu bus listrik, secara cost lebih hemat dan muatannya juga lebih banyak," ujar Kelik.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X