Selesai Mudik, Jangan Lupa "Urut" Kaki-kaki Mobil

Kompas.com - 13/06/2019, 18:24 WIB
Ilustrasi spooring dan balancing roda mobil STANLY RAVELIlustrasi spooring dan balancing roda mobil
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kaki-kaki mobil juga menjadi sektor penting yang tak boleh disepelekan usai menepuh perjalanan jauh layakan mudik. Seperti diketahui, selain menjadi alas untuk pergerakan mobil, roda juga jadi tumpuan dalam menahan bobot kendaraan.

Belum lagi dengan medan perjalanan yang sangat bervariasi serta ditambah waktu tempuh yang cukup lama, bisa dibilang kaki-kaki juga memiliki kerja yang cukup berat. Karena itu, untuk memastikan kenyamanan ketika mobil akan digunakan kembali, baiknya sektor ini ikut dicek kembali.

Menurut Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, pengecekan terhadap roda memang cukup jarang diperhatikan. Biasanya bila tidak ada masalah, pemilik mobil akan menghiraukan kondisi tersebut, padahal dengan melakukan pengecekan lebih awal bisa mencegah kerusakan yang lebih parah.

Baca juga: Alasan Kenapa Usai Mudik, Mobil Wajib Dicek ke Bengkel

"Akibat perjalanan jauh dengan melewati ragam medan, bisa saja membuat masalah pada kaki-kaki seperti terjadi pergeseran sehingga roda tak normal seperti semula. Kondisi ini tentu membuat mobil tak akan nyaman dikendarai, karena itu baiknya diberikan perhatian lebih sebelum mobil kembali digunakan," ujar Suparna beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Toyota All New Rush Merapah Trans Jawa 4.0KOMPAS.com Toyota All New Rush Merapah Trans Jawa 4.0

Suparna menganjurkan pemilik mobil untuk tidak segan-segan melakukan servis berkala khusus untuk kaki-kaki, terutama usai menggunakan mobil untuk menempuh perjalanan jarak jauh. Bentuk perawatannya tentu saja dengan spooring dan balancing roda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, kedua jenis perawatan ini berguna untuk menyetel ulang atau menyelerasakan kembali keempat roda mobil pada posisi semula. Dengan demikian, keseimbangan roda bisa kembali normal seperti sedia kala.

Gejala mobil yang wajib melakukan spooring sendiri biasanya bila sudah terasa adanya perubahan, contoh seperti kemudi yang menyimpang ke salah satu sisi, padahal kondisi setir diarahkan lurus ke depan. Hal ini lantaran setelan toe in-out serta chamber dan caster-nya telah bergeser atau berubah dari posisi standar.

Baca juga: Usai Mudik, Pemilik Mobil Wajib Cek Empat Cairan Ini

Bila didiamkan, maka lambat laun akan membuat situasinya makin parah. Kemudi bukan hanya terasa terarik ke suatu sisi tertentu, tapi juga akan diikuti dengan getaran saat mobil dikendarai, bahkan kemudi juga terasa berat.

Megembalikan sudut kemiringan roda yang idealviarohidinthea.com Megembalikan sudut kemiringan roda yang ideal

"Pergeseran komponen pada posisi roda biasanya disebabkan beberapa hal. Mulai dari mobil terlalu sering berjalan di medan bergelombang atau rusak, menghantam lobang dalam kecepatan tinggi, atau karena mamang sudah faktor usia," ucap Suparna.

Proses spooring biasanya akan diikuti dengan balancing. Suparna menjelaskan memang tidak ada patokan khusus kapan mobil harus di spooring dan balancing, tapi untuk menjaga kenyamanan, maskimal melakukannya satu kali dalam satu tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.