Honda X-ADV, Skutik dengan Kemampuan Africa Twin

Kompas.com - 04/05/2019, 07:22 WIB
Honda X-ADV dilengkapi dengan fitur G-Switch yang memberikan sensasi berbeda saat di jalur off road. Donny Dwisatryo PriyantoroHonda X-ADV dilengkapi dengan fitur G-Switch yang memberikan sensasi berbeda saat di jalur off road.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda X-ADV meluncur di Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Sepeda motor ini jadi pusat perhatian karena merupakan model skutik yang didesain untuk petualang atau adventure.

Salah satu keunggulan Honda X-ADV yakni memiliki sistem transmisi yang dapat berubah jadi motor manual. Tapi di samping itu, kelebihan lainnya adalah penggunaan suspensi tunggal (monoshock) dengan Pro-Link di bagian belakang.

Suspensi monoshock dengan Pro Link lebih familiar dipakai di motor berjenis sport atau batangan. Dengan adanya Pro-Link kerja suspensi belakang diklaim lebih maksimal sehingga berdampak positif terhadap traksi ban belakang.

Baca juga: Honda Benly S110, Motor Impor Klasik dengan Mesin Unik

Suspensi monoshock Pro-Link di Honda X-ADVKOMPAS.com/Gilang Suspensi monoshock Pro-Link di Honda X-ADV

"Motor ini walau bentuknya seperti skutik tapi rasanya seperti Africa Twin. Dengan tambahan Pro-Link ayunan suspensi belakang jadi lebih lembut. Kemudian traski roda terjaga, posisi roda tetap mencengkram bidang sentuhnya," kata Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), kepada Kompas.com, Jumat (3/5/2019).

Pro-Link memaksimalkan kinerja suspensi ketika motor melibas jalan tidak rata atau off-road. Karena pegas suspensi belakang tidak langsung tersambung dengan arm belakang melainkan memakai penghubung.

Baca juga: Harley-Davidson Road Glide Tunggangan SBY yang Langka

Cara kerja suspensi Pro-Link. Foto: Honda Cengkareng KOMPAS.com/Gilang Cara kerja suspensi Pro-Link. Foto: Honda Cengkareng

Pada Pro-Link konstruksi suspensinya memakai dua unit tambahan yaitu, connecting rod dan cushion-arm. Keduanya menghubungkan sasis, suspensi, dan swing-arm.

Connecting rod dan cushion-arm adalah kunci supaya suspensi berkerja lebih progresif dan fleksibel. Sebab dengan dua item ini suspensi tidak langsung menopang swing-arm dan sasis sekaligus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.