Gesits Pasang Target Produksi 25.000 Unit Tahun Ini

Kompas.com - 24/04/2019, 17:42 WIB
Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). KOMPAS.com/IHSANUDDINPresiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhirnya skutik listrik Gesits versi siap produksi dipastikan siap hadir dalam gelaran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2019. Tidak hanya itu, detail spesfikiasi finalnya pun akan dijabarkan lengkap bersama harganya.

Menurut CEO PT Gesits Technologies Indo (GTI) Harun Sjech, selain mengenalkan secara resmi model final dari Gesits, kehadirannya di IIMS juga sekaligus menjadi tanpa dimulainya penjualan ritel.

Sementara untuk saat ini sendiri, GTI sudah mendapat respon ketertarikan hingga 30.000 unit Gesits, yang terbagi menjadi 7.000 unit berupa ketertarikan ritel, sementara lainnya ketertarikan versi fleet.

Baca juga: Versi Final Gesits Tampil di IIMS, Siap Rilis Harga

"Untuk yang 7.000 unit itu bukan surat pemesanan kendaraan (SPK) nah baru ketertarikan dan itu secara personal, setelah IIMS nanti baru akan kita conver menjadi SPK, akan ada down payment dan harga lain-lainnya. Tentu yang inden akan kita dahulukan, sisanya itu yang fleet dari berbagai instansi mulai dari PLN, Telkom, sampai Pemda Bali, kalau di total jumlahnya ketertarikannya 30.000 unit," ucap Harun kepada media di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Menurut Harun, untuk target produksi sendiri secara kapasitas pabriknya memiliki kemampuan hingga 50.000 unit selama satu tahun. Sementara bila untuk produksi pada tahun ini yang baru dimulai Juni mendatang, jumlannya akan mencapai setengahnya, yakni 25.000 unit.

Skuter Listrik GesitsKOMPAS.com / Aditya Maulana Skuter Listrik Gesits

Namun target produksi 25.000 unit Gesits untuk 2019 tersebut di nilai Harum masih tentatif. Bila ternyata permintaannya banyak, maka akan dikejar hingga 50.000 unit.

Sedangkan untuk harga, Harun mengatakan kisaranya tidak akan terlalu jauh dengan banderol motor matik konvensional. Meski belum mau membocorkan secara langsung, namun diklaim bila harganya tidak akan sampao Rp 30 jutaan.

"Target saya 25.000 unit yang diproduksi untuk tahun ini, tapi itu baru satu shift ya, kalau ternyata membeludak kita tambah, porsi juga bisa kita tekan untuk yang fleet kita kasih yang ke pemesanan personal. Harganya nanti kita umumkan di IIMS, tapi tidak akan sampai Rp 30 jutaan," kata Harun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X