Pengendara Ditilang, Bagaimana "Boncenger" yang Merokok?

Kompas.com - 04/04/2019, 07:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi sudah melakukan penindakan tilang ke-652 pengendara sepeda motor yang kedapatan merokok saat berkendara. Langkah ini ditempuh berdasarkan regulasi Permenhub Nomor 12 tahun 2019 yang sudah resmi berlaku sejak Senin (1/4/2019) kemarin.

Lalu apakah hanya pengendara motor saja yang ditilang, bagaimana dengan penumpangnya? Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDD) Jursi Pulubuhu, menyarankan bila aturan merokok baiknya juga diberlakukan untuk penumpang.

Salah satu alasannya karena kegiatan merokok ketika motor sedang berjalan juga bisa menggangu konsentrasi pengendara lain. Misalnya seperti pengemudi yang terkena asap atau abu dari rokok penumpang.

Baca juga: Larangan Merokok Harus Berlaku Juga buat Penumpang Angkutan Umum

Menanggapi hal ini, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol M Nasir, mengatakan, bila saat ini aturan mengenai mengganggu konsetrasi baru hanya untuk pengendara saja, sementara untuk penumpang tidak ada tindakan.

"Untuk yang boncengan atau yang menumpang itu tidak diatur dalam undang-undang, jadi otomatis tidak bisa ditindak. Salah satu alasanya karena penumpang yang dibonceng itu tidak memiliki beban tanggung jawab seperti pengendara yang membawa keselamatan orang yang menumpangnya," ucap Nasir kepada Kompas.com, beberapa hari lalu.

Posisi berkendara dan membonceng Suzuki Bandit 150Kompas.com/Setyo Adi Posisi berkendara dan membonceng Suzuki Bandit 150
Dari segi kaca mata hukum, Nasir menjelaskan, bila pengendara sebenarnya memiliki tanggung jawab yang besar. Karena selain harus memastikan faktor keselamatan bagi diri dan penumpangnya, wajib juga bertanggung jawab dengan pengendara lain yang ada disekitarnya.

Baca juga: Polisi Mulai Tilang Bikers yang Merokok

Bagi penumpang, meski secara teknis hukum tidak bisa ditindak, tapi Nasir menjelaskan pada dasarnya merokok saat berkendara merupakan hal yang tidak baik untuk dilakukan. Karena secara tidak langsung bisa merugikan diri sendiri, juga berdampak pada pengguna jalan lain.

"Bila memang mau merokok baiknya saat tidak berkendara, berhenti dulu. Pengemudi karena bertanggung jawab dari segi keselamatan juga bisa menurunkan penumpang yang merokok itu," ujar Nasir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.