Beberapa Ritual Pengguna Mobil dan Motor Usai Mudik - Kompas.com

Beberapa Ritual Pengguna Mobil dan Motor Usai Mudik

Kompas.com - 24/06/2018, 16:06 WIB
Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). Berdasarkan data PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) volume kendaraan yang melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga pada arus balik periode Senin (18/6/2018) dari pukul 06.00 - 12.00 WIB telah mencapai 4190 kendaraan.ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROHO Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). Berdasarkan data PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) volume kendaraan yang melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga pada arus balik periode Senin (18/6/2018) dari pukul 06.00 - 12.00 WIB telah mencapai 4190 kendaraan.

DEPOK, KOMPAS.com - Musim libur lebaran telah usai. Bagi pemudik dengan mobil pribadi yang telah kembali ke kota asal, disarankan untuk tidak lupa mengecek kondisi mobil.

Sebab setelah digunakan untuk perjalanan jauh, tak jarang ada beberapa komponen yang aus dan harus secepatnya diganti, salah satunya kopling.

Baca juga: Perbaikan Master Rem Honda Lebih Cepat di Posko Mudik

Kepala Bengkel Auto2000 Grand Depok City, Deni Andrian menyebut kopling biasanya bermasalah akibat cara penggunaan yang tidak tepat.

Nampak antrean kendaraan puncak arus balik yang melewati ruas tol fungsional Solo-Salatiga, Selasa (19/6/2018) malam.KOMPAS.com/Dokumentasi PT Jasa Marga Solo-Ngawi Nampak antrean kendaraan puncak arus balik yang melewati ruas tol fungsional Solo-Salatiga, Selasa (19/6/2018) malam.

"Seperti kalau kena macet panjang, pengemudinya tidak biasa main rem parkiri (handgrip). Koplingnya dibiarkan setengah main. Jadi cepat rusak," kata Deni kepada Kompas.com, Jumat (22/6/2018).

Menurut Deni, masalah lain yang juga kerap ditemui dari mobil yang baru habis digunakan mudik adalah goresan pada body.

Baca juga: Cerita Mekanik di Posko Siaga Mudik, Lebaran Jauh dari Rumah

"Mungkin ada yang habis menyerempet. Perbaikan body mobil yang baret ini biasanya habis liburan ada kenaikan permintaan," ucap Deni.

Kendaraan pemudik melintasi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6/2018). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan jembatan tersebut untuk dilalui kendaraan pemudik menuju ke Semarang, Solo, Surabaya dan sekitarnya tanpa keluar di exit Gringsing.MAULANA MAHARDHIKA Kendaraan pemudik melintasi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6/2018). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan jembatan tersebut untuk dilalui kendaraan pemudik menuju ke Semarang, Solo, Surabaya dan sekitarnya tanpa keluar di exit Gringsing.

Kendaraan pemudik melintasi di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Kenaikan volume kendaraan mengakibatkan antrean sepanjang 1 kilometer jelang exit toll Grinsing dan adanya pembangunan Jembatan Kalikuto dan dijadwalkan baru akan selesai pada H-2 lebaran.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Kendaraan pemudik melintasi di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Kenaikan volume kendaraan mengakibatkan antrean sepanjang 1 kilometer jelang exit toll Grinsing dan adanya pembangunan Jembatan Kalikuto dan dijadwalkan baru akan selesai pada H-2 lebaran.
Selain kopling dan oli, faktor lain yang juga tak kalah penting adalah oli. Penyebabnya karena mobil yang habis digunakan mudik dianggap sudah sama dengan pemakaian berbulan-bulan, terutama jika mobil sering terjebak macet.

Saat mesin masih menyala namun mobil cenderung diam (idling), maka timbulah microscopic wear (ampas besi berukuran mikro) yang bermunculan ketika bagian-bagian mesin bergesekan.

Baca juga: Jangan Lupa, Mobil Start-Stop Saat Mudik Punya Faktor Idling

"Katakanlah dalam 100 persen masa berkendara, 20 persen di antaranya hanyalah idling," ujar seorang pengamat senior di bidang lalu lintas, Nick Cohn dalam videnya di Youtube.


Komentar
Close Ads X