Tes Datsun Cross di Perbukitan Yogyakarta - Kompas.com

Tes Datsun Cross di Perbukitan Yogyakarta

Kompas.com - 12/05/2018, 07:22 WIB
Datsun Cross.ISTIMEWA Datsun Cross.

Jakarta, KOMPAS.com - Datsun masih butuh pembuktian. Setelah mengadakan sesi tes drive singkat pascapeluncuran di Bumi Serpong Daya (Tangerang) dan Proving Ground Bridgestone (Karawang), PT Nissan Motor Indonesia ( NMI) menyelenggarakan tes lanjutan.

Kali ini, model terbaru Datsun Cross, ditantang untuk menaklukan area perbukitan, dengan kontur jalan menanjak dan turun, di selatan Yogyakarta, awal Mei 2018.

Berbeda dengan dua tes sebelumnya, kali ini Cross benar-benar diuji pada kondisi jalan umum dan lumayan ekstrem. Berkapasitas 1.2L dan dengan transmisi CVT, setiap mobil dihuni tiga orang jurnalis, termasuk pengemudi.

Redaksi Kompas.com kebagian jatah mengemudi pertama menuju Pantai Ngandong dari pusat kota, berjarak 70 kilometer. Kondisi jalan yang dilalui, cukup menantang, naik-turun dan bekelok.

Baca juga: Datsun Pangkas Laba karena GO CVT

Test Drive Datsun Cross.ISTIMEWA Test Drive Datsun Cross.

Masuk pertama kali ke bangku pengemudi, dengan postur 170 cm, posisi duduk terbilang rendah, tubuh terasa tenggelam. Posisi ini ada untungnya juga buat bermanuver atau mendapat kesan lebih sporty, tapi visibilitas sedikit terhalang setir dan dasbor.

Buat megakomodasi posisi duduk sesuai selera, Datsun Indonesia tak menyematkan pengaturan tinggi kursi, hanya maju-mundur saja untuk menyesuaikan dengan panjang kaki. Begitu juga setir tanpa pengaturan yang bisa disetel.

Kabin Nyaman

Menghidupkan mesin dengan memutar kunci kontak searah jarum jam, dalam posisi pintu dan kaca tertutup, suara jantung pacu termasuk getarannya tak sampai mengganggu ke dalam kabin bagian depan.

Begitu juga saat jalan, kekedapan city car bergaya crossover ini membuat kabin terasa nyaman. Telinga jadi tak diusik oleh suara bising hasil gesekan ban dengan aspal.

Pihak Datsun Indonesia memang menyebutkan, kalau Cross punya kekedapan lebih baik , dibanding dua saudaranya Go dan Go+ yang ada di kelas mobil murah. Maklum saja, model ini lahir untuk menaikkan gengsi Datsun, keluar dari zona LCGC.

Baca juga: Datsun Tak Mau Lepas Segmen LCGC

Rombongan test drive Datsun Cross di Yogyakarta.ISTIMEWA Rombongan test drive Datsun Cross di Yogyakarta.

“Geber” Datsun Cross

Bendera start sudah diangkat saatnya mulai pacu Cross di lintasan. Berselancar di jalanan kota dengan jalan datar dan lancar, serta halusnya perpindahan transmisi CVT, membuat Cross punya kenyamanan baik.

Pada kondisi jalan perkotaan ini cukup hanya mengandalkan mode normal saja, dengan posisi tuas transmisi di D.

Tak lama menikmati jalanan kota, rombongan kemudian mulai disuguhkan kondisi lintasan naik turun dan berkelok ala perbukitan. Kondisi ini jadi ujian tersendiri buat Cross yang punya mesin 1.200cc tiga silinder CVT.

Bermain dengan momentum dan tekanan pedal gas, tak membuat Cross kesulitan menapaki jalan menanjak dan kelokan berturut-turut, tentu saja saat jalanan lancar.

Baca juga: Ini Alasannya Datsun Cross Masih Pakai Mesin Mobil Murah

Datsun Cross saat menjelajah jalanan Yogyakarta.ISTIMEWA Datsun Cross saat menjelajah jalanan Yogyakarta.

Namun ketika jalan mulai tersendat karena antrean kendaraan, dan kerap berhenti di tanjakan, sudah lazim menggunakan transmisi “L”, untuk mendapat torsi maksimal saat merangkak naik. Pedal gas juga mesti diinjak lebih dalam. Di atas kertas Cross punya tenaga 78tk dengan torsi 104 Nm.

Kemudi sendiri, dengan teknologi EPS (electronic power steering) tak menyulitkan untuk dikendalikan karena terasa cukup ringan, tak perlu effort berlebih untuk mengajak Cross bermanuver di tikungan.

Cross punya gound clearance sampai 200 mm atau lebih tinggi dibanding GO+,  setelan suspensi dibuat lebih kaku. Hasilnya, bisa meredam gejala limbung ketika mobil menyantap ragam tikungan, sampai yang lumayan ekstrem.



Close Ads X