Calo Tilang Masih "Gentayangan" di Pengadilan

Kompas.com - 06/04/2018, 07:42 WIB
Ilustrasi Calo Tilang KOMPAS.comIlustrasi Calo Tilang

Jakarta, KOMPAS.com - Salah satu tujuan diadakan program surat izin mengemudi (SIM) dan tilang online, mulai akhir 2016, adalah untuk menghilangkan praktik pungutan liar (pungli) dan calo disetiap Satuan Penyelenggara Administasi SIM (Satpas), hingga Pengadilan Negeri.

Pada kenyataan, masih banyak calo yang "bergentayangan". Pantauan KOMPAS.com, bukan hanya di Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat saja, tetapi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur di jalan Dr Sumarno, Penggilingan Cakung.

Akhir Maret 2018, redaksi KOMPAS.com mengunjungi PN Jakarta Timur untuk keperluan mengambil SIM yang ditilang oleh polisi. Surat tilang yang diberikan oleh polisi, yakni slip biru. Artinya proses pembayaran harus secara online di bank BRI.

Singkat cerita, sebelum tiba PN Jaktim, jarak 100 meter dari lokasi sudah banyak orang yang menawarkan jasa mengambil barang bukti tilang.

Baca juga: E-Tilang Bisa Perbaiki Wibawa Aparat

“Mau ambil SIM atau STNK mas, sama saya saja enggak ribet dan hanya menunggu saja sebentar,” kata pria berkulit gelap itu. Tiba di tempat parkir, beberapa pria langsung menghampiri sambil memegang kertas dan pulpen.

“Mau ambil bukti tilang? Sekarang sudah tidak ada sidang di PN Jaktim, harus ke Kejaksaan Jakarta Timur di Jatinegara, tapi sebelumnya karena slip biru harus datang ke bank BRI di Matraman buat bayar tilang, setelah itu ke Kejaksaan ambil SIM atau STNK yang ditahan polisi. Daripada ribet abang ke sana kemari, mending saya urus,” kata salah satu calo.

Calo tilang menawarkan jasa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Calo tilang menawarkan jasa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Rasa ingin tahu semakin dalam, sampai akhirnya mencoba bertanya kepada calo itu. “Memang kalau diambilin berapa duit, sama berapa lama prosesnya?,” tanya kami.

“Coba lihat surat tilangnya dulu, nah kalau bahu jalan kena Rp 350.000 sama jasa saya sekalian, abang tinggal tunggu jam 12 atau jam 1 selesai,” ucap calo itu lagi.

Pada akhirnya, kami mengikuti prosedur, yaitu datang langsung ke Kejaksaan di Jakarta Timur. Proses begitu cepat, dan SIM sudah ditangan.

Baca juga: Mengenal Mekanisme Denda pada Tilang "Online"

Setelah itu, karena domisili di Buaran, otomatis ketika pulang lewat lagi di PN Jaktim. Penasaran dengan aksi calo, akhirnya bertanya-tanya kepada orang yang sedang menunggu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.