Karoseri: Pemerintah Jangan Dadakan Pesan Kendaraan - Kompas.com

Karoseri: Pemerintah Jangan Dadakan Pesan Kendaraan

Kompas.com - 23/03/2018, 17:18 WIB
Salah satu bus yang tengah dirakit di pabrik perusahaan karoseri CV Laksana, di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015)Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu bus yang tengah dirakit di pabrik perusahaan karoseri CV Laksana, di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015)

Jakarta, KOMPAS.com - Instansi pemerintah diketahui merupakan salah satu pegangan industri karoseri untuk terus menjalankan bisnisnya. Karena dari pesanan instansi pemerintah, aktivitas di pabrik-pabrik karoseri bisa terus berdenyut.

Namun demikian, industri karoseri punya keluhan tersendiri perihal pesanan dari instansi pemerintah. Keluhannya adalah seringnya instansi pemerintah memesan kendaraan secara dadakan.

Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sommy Lumadjeng menyatakan pemesanan dadakan membuat pihak karoseri kewalahan dan sering tidak menyanggupi permintaan. Padahal jika diberi waktu yang lebih panjang, Sommy menyatakan karoseri pasti akan sanggup menyanggupi pesanan kendaraan dari instansi pemerintah, berapapun jumlah unitnya.

Baca juga : Asosiasi Karoseri Keluhkan Belum Dihentikannya Impor Truk Bekas

"Kalau cuma buat satu, sebulan jadi. Kalau pesan 1.000, tinggal dibagi-bagi saja ke 20 karoseri. Setengah tahun jadi. Asal diberi waktu yang cukup, kami pasti sanggup," kata Sommy saat ditemui di arena JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Bus Hino yang dikerjakan PT Laksana untuk keperluan BRT.Laksana Bus Hino yang dikerjakan PT Laksana untuk keperluan BRT.

Atas dasar itu, Sommy berharap instansi pemerintah mulai menyusun perencanaan yang baik jika memang ingin membeli kendaraan sejenis bus ataupun truk. Sommy juga berharap Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP) tidak terlambat menerbitkan e-catalogue yang menjadi acuan instansi pemerintah untuk membeli kendaraan.

"Kalau LKPP baru menayangkan (e-catalogue) di akhir tahun, bagaimana orang mau belanja. Kalau waktunya mepet, industri juga tidak sanggup," ujar Sommy.

Menurut Sommy, mengimpor kendaraan utuh demi mengejar penyerapan anggaran bukanlah solusi yang baik. Karena sepanjang industri dalam negeri sanggup memenuhi kebutuhan, sudah seharusnya industri dalam negeri yang diprioritaskan.

Baca juga : Industri Karoseri ?Ngarep? Pesanan dari Pemerintah

"Kami berharap semua bisa lebih diatur. Bagaimana caranya agar penyerapan negara bisa baik dan di kita sepanjang tahun juga bisa terus bekerja," ucap Sommy.


Terkini Lainnya

Toyota Siapkan Enam Amunisi Baru di 2019

Toyota Siapkan Enam Amunisi Baru di 2019

News
Ketika Xpander dan Pajero Sport Ikut Main Film

Ketika Xpander dan Pajero Sport Ikut Main Film

News
Tantangan Manufaktur Otomotif di 2019

Tantangan Manufaktur Otomotif di 2019

News
Mitsubishi Mulai Terbuka Soal Impor Pajero Sport

Mitsubishi Mulai Terbuka Soal Impor Pajero Sport

News
Mitsubishi Bicara Peluang Produksi Outlander PHEV di Indonesia

Mitsubishi Bicara Peluang Produksi Outlander PHEV di Indonesia

News
Pilihan Motor Bebek di Akhir Tahun

Pilihan Motor Bebek di Akhir Tahun

Feature
Xpander Masih Enggan Jadi Taksi

Xpander Masih Enggan Jadi Taksi

News
Jangan Biasakan Taruh Helm di Spion Motor

Jangan Biasakan Taruh Helm di Spion Motor

Tips N Trik
Deteksi Masalah 'Airbag' Sejak Dini

Deteksi Masalah "Airbag" Sejak Dini

Tips N Trik
Mitsubishi Belum Mau Berikan Diskon buat Xpander

Mitsubishi Belum Mau Berikan Diskon buat Xpander

News
Avanza Ultah ke 15, Siap-siap Sambut Model Terbaru

Avanza Ultah ke 15, Siap-siap Sambut Model Terbaru

News
Toyota Sebarkan Semangat 'Start Your Impossible'

Toyota Sebarkan Semangat "Start Your Impossible"

News
Tanggapan Toyota Soal Camry Baru di Indonesia

Tanggapan Toyota Soal Camry Baru di Indonesia

News
Harga Toyota Avanza 'Facelift' Tidak Naik Tinggi?

Harga Toyota Avanza "Facelift" Tidak Naik Tinggi?

News
Agar Untung, Ini Tips Beli Mobil di Akhir Tahun

Agar Untung, Ini Tips Beli Mobil di Akhir Tahun

BrandzView

Close Ads X