Industri Karoseri ”Ngarep” Pesanan dari Pemerintah

Kompas.com - 25/01/2017, 16:23 WIB
Salah satu Bus Vintage Transjakarta terlihat menuju halte Busway Blok M, Jakarta Selatan. Minggu ( 27/11/2016). Bus Vintage Transjakarta dibuat untuk mengenang kejayaan bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISalah satu Bus Vintage Transjakarta terlihat menuju halte Busway Blok M, Jakarta Selatan. Minggu ( 27/11/2016). Bus Vintage Transjakarta dibuat untuk mengenang kejayaan bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Salah satu napas industri karoseri di Indonesia dalam kondisi perekonomian yang lesu adalah pesanan dari instansi pemerintahan. Sama halnya dengan proyeksi tahun ini, Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) berharap banyak dengan pembelanjaan pemerintah.

Ketua Umum Askarindo Sommy Lumadjeng mengatakan bahwa tahun ini kemungkinan pesanan dari instansi pemerintah bakal turun. Sebab, Kementerian Perhubungan tak lagi punya program pemesanan seperti tahun lalu untuk pengadaan bus buat dibagi rata ke seluruh Indonesia.

”Pemesanan dari instansi pemerintah memang besar. Paling banyak dari TransJakarta dan Kemenhub. Tahun lalu Menhub pesan 600 unit, total dari instansi pemerintah 1.000 unit. Tahun ini pengadaan sudah tidak ada lagi. Saya dengar cuma kendaraan-kendaraan perintis,” kata Sommy, di Jakarta, (24/1/2017).

Untungnya, lanjut Sommy, Transjakarta tahun ini bersiap belanja bus 2.000-an unit. Kendati demikian, dirinya mengaku belum mengetahui siapa yang dapat dari tender di LKPP atau Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah.

”Berdarah-darah”
Di luar pesanan dari instansi pemerintah, Sommy mengaku bahwa karoseri sedang ”berdarah-darah”, terutama pada 2-3 tahun terakhir. Tahun ini pun diprediksi stagnan. Hanya instansi pemerintah yang masih bisa diandalkan sebagai pegangan.

”Ini kan karena penurunan ekonomi global yang menyebabkan melemahnya daya beli. Karoseri berjalan berdasarkan pesanan atau yang belanja. Kalau yang belanja tidak ada, kami tidak mengerjakan apa-apa,” kata Sommy.

Kendati demikian, Sommy masih punya nada optimistis bahwa industri karoseri akan tumbuh. Nada positif juga diungkapkan Baki Lee, Direktur PT Global Expo Management (GEM) Indonesia sebagai penyelenggara pameran IIBT yang menampung dunia karoseri dan kendaraan niaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baki melihat perkembangan moda transportasi umum yang makin marak di daerah, sehingga masih ada potensi untuk industri karoseri bertumbuh. Selain TransJakarta, kini juga sedang berkembang ”Trans-Trans” lain seperti TransSemarang, TransSurabaya, TransMedan, TransLampung, TransBali, dan Transyogya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.