Pemerintah Siapkan “Tax Allowance” 300 Persen buat Otomotif

Kompas.com - 27/11/2017, 16:21 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif -  Mengembangkan kemampuan manufaktur dan industri melalui kegiatan R&D lokal, pemerintah coba mendorong dengan memberikan insentif pajak atau tax allowance sampai 300 persen.

Sebelumnya memang sudah ada informasi santer soal pemberian insentif untuk R&D di dalam negeri pada Agustus lalu, tapi baru kali ini pihak Kementerian Perindustrian mengatakan besarannya. Ini berlaku untuk semua industri termasuk salah untuk produsen kendaraan bermotor di Indonesia.

Soal kapan aturan insentif akan dikeluarkan, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian mengatakan, kalau pihaknya sudah berbincang dengan Kementerian Keuangan. Harapannya pada kuartal pertama 2018 sudah rampung.

Baca juga : Pemerintah Janjikan Merek yang Bangun Pusat R&D dengan Insentif

“Terkait kapan waktunya ini kami sedang negoisasi, mudah-mudahan sebelum kuartal pertama tahun depan selesai. Saya sudah bicara dengan Ibu Menkeu,” ujar Airlangga, Senin (27/11/2017).

Hartarto menjelaskan, kalau insentif sendiri dihitung dari nilai investasi yang ditanamkan, dan hasilnya akan dipakai untuk menutup pajak. Ini disebut Airlangga mengadopsi kebijakan dari Thailand yang secara agresif sudah memberlakukannya terlebih dahulu.

Saat ini baru Daihatsu satu-satunya pabrikan otomotif yang sudah investasi R&D di Indonesia dengan nilai mencapai Rp 1 triliun.  Jika melakukan penghitungan dengan nilai investasi Daihatsu (Rp 1 triliun) maka fasilitas tax allowance yang didapat mencapai Rp 3 triliun, dan angka itulah yang dipakai untuk menutup pajak.

Namun sayangnya aturan tersebut tidak berlaku surut, atau perusahaan yang sudah menamkan modal investasi dalam bentuk R&D tidak mendapatkan insentif pajak.  

“Ini tidak berlaku surut, tapi berlaku ke depan,” ujar Airlangga

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan, kalau pihaknya tertarik dengan insentif tersebut. Namun masih belum menyebut kapan akan mulai berinvestasi di R&D.

“Bahkan bukan hanya R&D saja, tapi hal lain yang punya potensi untuk digali di dalam negeri, akan menari untuk kami bawa ke sini. Terkait R&D model baru, SDM Indonesia disebutnya sudah ikut berkontribusi, tapi bukan pada area chief engineer, ” ujar Warih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.