Pemerintah Janjikan Merek yang Bangun Pusat R&D dengan Insentif

Kompas.com - 12/08/2017, 11:22 WIB
Salah satu aktivitas di R&D Daihatsu, Karawang. Mobil harus melewati tanjakan dan jalan bergelombang. KompasOtomotif-Donny AprilianandaSalah satu aktivitas di R&D Daihatsu, Karawang. Mobil harus melewati tanjakan dan jalan bergelombang.
|
EditorAgung Kurniawan

Tangerang, KompasOtomotif – Perkembangan industri otomotif yang bergerak cepat, membuat pemerintah melalui Kementerian Perindustrian perlu menyiapkan peta jalan, agar Indonesia tidak ketinggalan atau bahkan salah arah.

Ke depan bukan hanya jadi pasar, Indonesia diharapkan juga bisa menjadi basis produksi, dengan tidak melupakan soal alih teknologi. Mengarah pada mobil ramah lingkungan, setidaknya ada beberapa hal yang perlu dikejar, seperti riset dan pengembangan soal komponen utama teknologi Low Carbon Emission Vehicle (LCEP) seperti baterai, motor, PCU (Power Control Unit).

Arahnya yaitu penguasaan teknologi mobil hybrid, plug-in hybrid dan kemudian kendaran listrik (EV), serta Fuel Cell (FC). Selain itu, juga terkait dengan penguasaan teknologi mesin nabati dan BBG. Hampir semuanya sudah harus dimulai tahun ini, sementara untuk EV dan FC diperkirakan ada 2030.

Demi mendorong penguasaan teknologi tersebut, I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) menuturkan, pemerintah bakal menghadiahkan insentif bagi pelaku industri, yang membangun Research and Development Center (R&D) di Indonesia.

“Terkait dengan roadmap pengembangan teknologi, kami saat ini sedang sedang mengerjakan skema insentif untuk diberikan pada kegiatan R&D. Strukturnya insentifnya akan kami buat,” ucap Putu Indonesia International Automotive Conference yang ke-12 di BSD, Tangerang, Jumat (11/8/2017).

Putu mengakui, kalau teknologi otomotif global bergerak dengan cepat. Ini tentunya menjadi salah satu upaya agar Indonesia tak lagi ketinggalan.

“Karena teknologi ini bergerak dengan cepat, jadi kita perlu pusat riset dan pengembangan untuk ditempatkan di Indonesia,” ucap Putu.

Saat ini, dari semua pabrikan otomotif yang melakukan kegiatan di Indonesia, baru Daihatsu yang memiliki R&D Center. Merek yang sudah diakuisisi Toyota ini, menggelontorkan setidaknya Rp 1 triliun untuk membangun tempat tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X